iniSO.co – PT Bank DBS Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian dan UMKM melalui penyaluran fasilitas pembiayaan berkelanjutan pre-shipment senilai 20 juta dollar AS kepada Sucden Coffee Indonesia. Dana ini ditujukan sebagai modal kerja bagi petani kopi dan UMKM lokal yang menjadi pemasok utama Sucden.
Langkah strategis ini bertujuan memperkuat rantai pasok kopi nasional, sekaligus memastikan petani dan pelaku usaha kecil memiliki akses pembiayaan yang inklusif, berkelanjutan, dan tepat waktu.
Head of Institutional Banking Group DBS Indonesia, Anthonius Sehonamin, menyatakan bahwa kemitraan ini mencerminkan peran perbankan dalam memperkuat sektor agribisnis berbasis keberlanjutan.
“Kami senang dapat bermitra dengan Sucden Coffee Indonesia untuk memajukan industri kopi serta memperkuat ketahanan petani kopi lokal,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (13/1/2026).
Melalui skema pre-shipment financing, petani dan UMKM dapat memperoleh pembiayaan sejak tahap pra-ekspor. Hal ini memungkinkan arus kas yang lebih stabil, sehingga mereka mampu memenuhi permintaan pasar baik domestik maupun ekspor.
Chief Financial Officer Sucden Coffee Indonesia, Elliott Commissaire, menambahkan bahwa fasilitas ini akan meningkatkan kemampuan perusahaan dalam memberikan dukungan finansial yang lebih cepat dan efisien kepada para pemasoknya.
“Kami menghargai kemitraan Bank DBS Indonesia seiring kami terus membangun rantai nilai kopi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan,” kata Elliott.
Ia menegaskan bahwa pendanaan tersebut sejalan dengan visi keberlanjutan Sucden Group 2050, yang menargetkan peningkatan kesejahteraan petani sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Dalam jangka pendek, Sucden menargetkan pelatihan tahunan bagi petani kecil tentang praktik pertanian yang baik, dan peningkatan proporsi kopi bersertifikat dan terverifikasi berkelanjutan dalam total volume perdagangan.
Dorong UMKM Kopi Naik Kelas
Kolaborasi Bank DBS Indonesia dan Sucden Coffee ini tidak hanya memperkuat kemampuan produksi petani, tetapi juga membantu UMKM kopi Indonesia untuk naik kelas, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing global.
Fasilitas pembiayaan berkelanjutan ini diyakini akan mempercepat transformasi sektor kopi menuju rantai pasok yang lebih adil, transparan, dan ramah lingkungan.
Sebelumnya, Bank DBS Indonesia juga telah menyalurkan pendanaan melalui skema blended finance kepada Adena Coffee, sebuah wirausaha sosial yang bergerak di bidang produksi kopi berkelanjutan. Adena Coffee bahkan telah menerima hibah DBS Foundation Grant Program 2024 untuk memperluas dampak sosial dan lingkungannya.
Melalui berbagai inisiatif ini, Bank DBS Indonesia terus menunjukkan peran aktifnya dalam mendorong pertumbuhan UMKM, meningkatkan kesejahteraan petani kopi, serta membangun industri kopi Indonesia yang berkelanjutan dan berdaya saing global.

