iniSO.co – Perhimpunan UMKM Makanan dan Minuman (Permamin) Kabupaten Jombang menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung pengembangan wisata sejarah Situs Kelahiran Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, yang berada di Kecamatan Ploso. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyiapan berbagai produk unggulan UMKM lokal yang menyasar wisatawan domestik maupun nasional.
Ketua Permamin Kabupaten Jombang, Kuswartono, menilai penetapan dan pengembangan situs kelahiran Bung Karno merupakan peluang strategis bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah. Momentum ini dinilai mampu menggerakkan ekonomi kreatif berbasis sejarah dan nasionalisme.
“Kami melihat ini sebagai kesempatan strategis untuk membangkitkan ekonomi masyarakat melalui UMKM yang berakar pada sejarah bangsa,” ujar Kuswartono saat dikonfirmasi, Senin (19/1/2026).
Kuswartono menegaskan, keberadaan destinasi wisata sejarah tidak boleh berhenti sebagai simbol semata. Menurutnya, pengembangan Situs Kelahiran Bung Karno di Ploso harus memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar.
Nilai perjuangan Bung Karno, khususnya konsep berdikari (berdiri di atas kaki sendiri), dinilai sangat relevan dengan semangat kemandirian pelaku UMKM di Jombang.
“Permamin berkomitmen mewujudkan semangat berdiri di atas kaki sendiri melalui penguatan ekonomi UMKM, khususnya di wilayah Ploso,” jelasnya.
Saat ini, Permamin Jombang tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mendukung pengembangan wisata sejarah Ploso. Salah satunya adalah mendorong inovasi produk UMKM bertema sejarah, dengan kemasan khas yang merepresentasikan Ploso sebagai lokasi kelahiran Sang Proklamator.
Selain inovasi kemasan, peningkatan kualitas dan daya saing produk juga menjadi fokus utama agar UMKM lokal mampu menembus pasar nasional dan menjadi oleh-oleh khas wisata sejarah Jombang.
Tak hanya produk, Permamin juga menyiapkan konsep wisata kuliner sejarah. Rencananya, gerai-gerai UMKM akan dihadirkan secara terintegrasi di sepanjang jalur menuju situs kelahiran Bung Karno.
Konsep ini diharapkan mampu memberikan pengalaman wisata yang menyeluruh, menggabungkan edukasi sejarah dengan kekayaan kuliner lokal Jombang.
“Kami menargetkan Ploso menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jombang. Wisatawan tidak hanya mendapatkan pengetahuan sejarah, tetapi juga membawa pulang produk khas sebagai oleh-oleh,” kata Kuswartono.
Sementara itu, pemerhati sejarah Jombang, Arif Yulianto atau Cak Arif, menilai narasi kelahiran Bung Karno di Ploso merupakan aset berharga yang perlu dikelola secara serius oleh Pemerintah Kabupaten Jombang.
Menurutnya, potensi wisata sejarah tersebut dapat berdampak langsung pada perekonomian masyarakat sekaligus meningkatkan pendapatan daerah.
“Ini bukan sekadar wacana sejarah, tetapi peluang besar yang seharusnya ditangkap melalui kebijakan yang konkret,” ujarnya, Jumat (16/1/2026).
Cak Arif menambahkan, berdasarkan kajian Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Jombang serta penelusuran berbagai sumber sejarah, Bung Karno diyakini lahir di Ploso pada 6 Juni 1902. Temuan tersebut diperkuat oleh catatan tertulis dan tradisi lisan masyarakat setempat.
Ia mendorong pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah konkret, mulai dari penetapan situs sebagai cagar budaya tingkat kabupaten, upaya pelestarian, hingga pemanfaatan kawasan secara terpadu bersama UMKM lokal.
“Informasinya, rumah kelahiran Bung Karno masih berstatus milik pribadi. Jika memungkinkan, ini patut dipertimbangkan untuk diakuisisi dan direkonstruksi secara historis, sekaligus ditata lingkungannya, termasuk pengembangan UMKM,” pungkasnya.

