iniSO.co – Kampung Ramadan Pacitan 2026 kembali hadir sebagai upaya nyata mendorong geliat ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Program yang digagas Rumah BUMN Pacitan bersama Komunitas UMKM Sahitya Kita ini digelar selama 25 hari mulai 20 Februari 2026 di halaman Perpusda Kabupaten Pacitan.
Kegiatan Kampung Ramadan Pacitan 2026 menghadirkan belasan pelaku UMKM dengan berbagai produk unggulan, mulai kuliner khas Ramadan, aneka takjil, hingga produk kreatif yang menjadi daya tarik masyarakat menjelang waktu berbuka puasa.
Acara pembukaan berlangsung meriah dengan kehadiran sejumlah pejabat daerah dan undangan, di antaranya Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perindustrian yang diwakili Muhammad Ali Musthofa, jajaran kepolisian, serta perwakilan instansi terkait lainnya.
Ketua komunitas, Atik Lia Estin, menyampaikan apresiasi atas dukungan semua pihak sehingga Kampung Ramadan Pacitan 2026 dapat kembali terlaksana tahun ini.
“Terima kasih kepada Rumah BUMN Pacitan serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Kampung Ramadan tahun ini,” ujarnya.
Ia juga menegaskan komitmen panitia dan pelaku UMKM dalam menjaga kebersihan lingkungan selama kegiatan berlangsung. Setiap stan telah dilengkapi tempat sampah, sementara pengelolaan sampah dilakukan bersama mitra pemulung yang bekerja sama dengan panitia agar area tetap bersih dan nyaman.
Manajer PLN ULP Pacitan, Herdina Tri Handayani, turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan komunitas UMKM yang menjadi mitra penyelenggara selama dua tahun berturut-turut.
Menurutnya, Kampung Ramadan Pacitan 2026 merupakan kegiatan positif karena mampu menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kreativitas, memperluas pasar, sekaligus menambah pendapatan, terutama pada momentum Ramadan yang identik dengan meningkatnya aktivitas belanja masyarakat.
“Produk yang ditawarkan di setiap stan sangat bervariasi, sehingga memberikan pengalaman belanja yang menarik bagi masyarakat. Kami berharap bazar ini bisa terus ramai dan memberikan manfaat bagi UMKM,” ungkapnya.
Selain bazar UMKM, selama 25 hari pelaksanaan juga akan digelar berbagai kegiatan pendukung seperti lomba dai cilik hingga hiburan musik langsung yang diharapkan mampu menarik lebih banyak pengunjung.
Sementara itu, perwakilan Pemerintah Kabupaten Pacitan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Kampung Ramadan Pacitan 2026 sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya sektor UMKM.
Pemerintah daerah menilai kegiatan ini bukan hanya menjadi sarana promosi produk lokal, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara komunitas, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun perekonomian daerah yang lebih mandiri.
Dengan antusiasme masyarakat Pacitan yang tinggi setiap tahunnya, Kampung Ramadan Pacitan 2026 diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi nyata sekaligus menjadi agenda rutin yang dinantikan selama bulan suci Ramadan.

