iniSO.co – Peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan di Jawa Timur kembali mendapat perhatian serius. Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Jajuk Rendra Kresna, menegaskan pentingnya strategi konkret agar sekitar 9,1 juta pelaku UMKM di provinsi ini dapat segera naik kelas dan berdaya saing tinggi.
Dalam dialog di podcast Malang Posco Media beberapa waktu lalu, perempuan yang akrab disapa Bunda Jajuk itu menyampaikan bahwa UMKM tidak boleh lagi dipandang sebelah mata. Menurutnya, sektor ini telah terbukti menjadi penyelamat ekonomi sejak masa krisis dan hingga kini menjadi penyerap tenaga kerja yang sangat besar.
“Berbicara UMKM sekarang tidak bisa dianggap sepele. Teman-teman UMKM harus terus belajar, berinovasi, dan tidak boleh lelah berjuang. Sekarang kita dimudahkan oleh kemajuan teknologi, itu yang harus dipakai,” ujarnya.
Jajuk menekankan pentingnya adaptasi teknologi sebagai salah satu kunci utama agar UMKM Jawa Timur bisa berkembang. Ia mendorong pelaku usaha memanfaatkan media sosial seperti TikTok serta strategi penjualan live streaming untuk memperluas jangkauan pasar.
Sebagai bentuk dukungan nyata, ia juga pernah memberikan bantuan perangkat pendukung live streaming seperti lampu, tripod, dan perlengkapan promosi kepada kelompok UMKM di Kota Batu guna memperkuat pemasaran digital mereka.
Menurutnya, digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan agar pelaku UMKM mampu bersaing di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin berbasis online.
Lebih lanjut, Jajuk menjelaskan bahwa Komisi B DPRD Jatim terus mengawasi dan mendukung berbagai program Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, termasuk misi dagang hingga pasar luar negeri. Namun ia menegaskan bahwa keberhasilan UMKM tidak bisa dicapai oleh satu pihak saja.
“UMKM butuh Super Team, bukan Superman. Harus ada kolaborasi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta sektor swasta,” tegasnya.
Ia juga mengusulkan agar toko modern atau ritel besar menyediakan ruang khusus bagi produk unggulan UMKM lokal sebagai bagian dari kemitraan usaha. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan eksposur produk lokal sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas.
Selain pemasaran, Jajuk mengingatkan pelaku UMKM untuk menjaga kualitas produk serta memiliki ciri khas atau identitas yang kuat agar mampu bersaing. Ia mencontohkan produk wastra dari Kabupaten Malang yang memiliki keunikan desain bahkan aroma khas yang tidak dimiliki daerah lain.
Menurutnya, kemasan produk juga harus disesuaikan dengan target pasar. Untuk segmen menengah ke atas, kemasan perlu dibuat lebih eksklusif tanpa mengurangi kualitas rasa atau mutu produk.
Sebagai penutup, Jajuk mengajak masyarakat untuk bangga menggunakan dan membeli produk UMKM lokal. Ia optimistis pertumbuhan ekonomi Jawa Timur dapat tercapai secara maksimal jika UMKM daerah terus bergerak maju, inovatif, dan memiliki daya saing tinggi.
Dengan dukungan pemerintah, kolaborasi lintas sektor, serta semangat pelaku usaha, UMKM Jawa Timur diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

