iniSO.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur kembali menggelar Festival Takjil Ramadan 2026 di Taman Krida Budaya Malang. Festival yang menjadi agenda tahunan ini resmi dibuka oleh Khofifah Indar Parawansa didampingi Kepala Disbudpar Jatim Evy Afianasari.
Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa bulan Ramadan bukan hanya momentum penguatan spiritual, tetapi juga kesempatan menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus memperkokoh identitas budaya daerah.
“Ekonomi rakyat harus terus bergerak dan budaya harus terus hidup. Keduanya adalah fondasi penting dalam membangun Jawa Timur yang tangguh dan berdaya saing,” ujarnya.
Festival Takjil Ramadan Malang 2026 berlangsung selama 29 hari, mulai 18 Februari hingga 17 Maret 2026. Kegiatan ini diikuti sekitar 250 stan UMKM dari wilayah Malang Raya yang menawarkan beragam produk kuliner, minuman, hingga aneka takjil khas Ramadan yang menarik minat pengunjung.
Dorong UMKM dan Budaya Berjalan Bersama
Festival Takjil Ramadan menjadi salah satu strategi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis UMKM. Para pelaku usaha dapat bertemu langsung dengan pembeli di kawasan budaya, sehingga membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan pendapatan selama bulan suci.
Selain bazar kuliner, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pemberian apresiasi kepada para pelaku budaya sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka dalam menjaga tradisi dan kesenian daerah.
Momentum tersebut diharapkan menjadi wujud nyata sinergi antara penguatan ekonomi masyarakat dan pelestarian budaya yang terus didorong Pemprov Jatim. Dengan menghadirkan ratusan pelaku UMKM, Festival Takjil Ramadan Malang 2026 diyakini mampu memberikan dampak ekonomi sekaligus memperkuat identitas budaya lokal di tengah masyarakat.
Festival ini pun menjadi destinasi favorit warga Malang dan sekitarnya untuk berburu menu berbuka puasa, sekaligus menikmati suasana Ramadan yang kental dengan nuansa budaya.

