iniSO.co – Bank Jatim Cabang Jombang menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus mendorong kreativitas pelajar serta pelestarian budaya religi di daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bazar UMKM Ramadhan Kareem yang digelar di halaman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang pada 5–6 Maret 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Dalam bazar tersebut, Bank Jatim menghadirkan pasar UMKM yang diikuti sekitar 20 pelaku usaha binaan. Beragam produk dijajakan, mulai dari makanan, minuman hingga produk nonmakanan.
Selain pasar UMKM, Bank Jatim juga menyediakan bazar sembako murah bagi masyarakat. Program ini diharapkan mampu membantu warga mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus mendorong peningkatan transaksi para pelaku UMKM.
Pimpinan Bank Jatim Cabang Jombang, Hanif Julhamsyah mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara Bank Jatim dan pemerintah daerah untuk mendorong UMKM naik kelas di Kabupaten Jombang.
“Bank Jatim merupakan bank milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan menjadi mitra pemerintah daerah. Salah satu program daerah adalah mendorong UMKM naik kelas, sehingga kami memfasilitasi melalui pasar UMKM ini,” ujarnya.
Tidak hanya bazar, kegiatan juga diramaikan dengan sejumlah lomba bagi pelajar. Pada hari pertama digelar kompetisi esport Mobile Legends: Bang Bang tingkat SMA/SMK sederajat se-Kabupaten Jombang. Sementara pada hari kedua diadakan Festival Al Banjari tingkat SMP/MTs se-Kabupaten Jombang.
“Kami berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan. Tanggal 5 ada kompetisi esport, lalu tanggal 6 lomba Al Banjari,” jelas Hanif.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi literasi keuangan bagi pelajar. Bank Jatim memperkenalkan sistem transaksi nontunai melalui QRIS serta berbagai layanan produk perbankan lainnya.
Untuk mendukung perputaran ekonomi UMKM, pengunjung yang ingin menebus paket sembako murah diwajibkan terlebih dahulu berbelanja di stan UMKM dengan minimal transaksi Rp10 ribu.
“Kami melibatkan sekolah agar siswa bisa belajar kewirausahaan. Harapannya pelajar juga memahami produk perbankan serta layanan keuangan sejak dini,” tandasnya.
Hanif juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Disdikbud Jombang, Wor Windari, atas sinergi yang terjalin dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini berjalan sukses atas dukungan dari Bu Wor. Kami menyampaikan apresiasi dan berharap sinergi ini terus terjaga,” pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Jombang Warsubi yang diwakili Wakil Bupati Jombang, Salmanudin, menyampaikan apresiasi atas inisiatif kegiatan yang memadukan bazar ekonomi dengan pembinaan bakat pelajar.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Jombang, saya menyambut baik penyelenggaraan bazar murah ini. Kegiatan ini membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus mendukung geliat UMKM di daerah kita,” ujarnya.
Salmanudin menambahkan bahwa lomba Al Banjari yang digelar juga memiliki nilai edukatif dan religius bagi generasi muda.
“Lomba ini bukan sekadar kompetisi, melainkan sarana dakwah dan pelestarian seni islami bagi generasi Z. Tujuan utamanya adalah membudayakan sholawat dan menenangkan jiwa. Menang atau kalah itu biasa, namun kecintaan kepada Rasulullah melalui sholawat harus tetap menjadi yang utama,” tandasnya.

