iniSO.co – Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, permintaan kue kering dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Surabaya menunjukkan peningkatan yang signifikan. Kondisi ini menjadi angin segar bagi para pelaku usaha lokal yang mengandalkan momentum Lebaran sebagai puncak penjualan tahunan.
Peningkatan tersebut salah satunya terlihat dari aktivitas pemasaran digital melalui media sosial. Akun TikTok @christina_TiensKitchen menjadi contoh nyata bagaimana strategi digital mampu mendongkrak penjualan secara optimal.
Dalam unggahannya, akun tersebut menginformasikan bahwa seluruh stok kue Lebaran tahun ini telah habis terjual (sold out). Total penjualan yang berhasil dicapai mencapai 340 stoples, angka yang menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap produk kue kering buatan UMKM.
Video yang diunggah juga memperlihatkan deretan stoples kue kering yang telah dikemas rapi dan siap dikirim kepada pelanggan. Tampilan tersebut tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk.
Fenomena ini menunjukkan bahwa transformasi digital memiliki peran penting dalam perkembangan UMKM, terutama dalam menjangkau pasar yang lebih luas. Platform seperti TikTok kini menjadi salah satu sarana efektif untuk promosi, branding, sekaligus penjualan.
Selain itu, meningkatnya permintaan kue kering juga dipengaruhi oleh tradisi masyarakat Indonesia yang menjadikan kue Lebaran sebagai hidangan wajib saat Hari Raya Idulfitri. Produk seperti nastar, kastengel, dan putri salju masih menjadi favorit di kalangan konsumen.
Para pelaku UMKM di Surabaya diharapkan dapat terus memanfaatkan momentum ini dengan menjaga kualitas produk serta meningkatkan strategi pemasaran digital agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Dengan tren positif ini, sektor UMKM khususnya di bidang kuliner diprediksi akan terus tumbuh dan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian lokal, terutama menjelang hari besar keagamaan seperti Idulfitri.

