iniSO.co – PT Bank Mandiri Tbk terus memperkuat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui strategi pembiayaan berbasis ekosistem. Langkah ini dinilai mampu meningkatkan efektivitas penyaluran kredit sekaligus menjaga kualitas pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Hingga Februari 2026, Bank Mandiri telah merealisasikan penyaluran KUR sebesar Rp7,35 triliun kepada 59.327 UMKM. Capaian tersebut setara 17,92% dari target penyaluran KUR tahun ini yang dipatok sebesar Rp41 triliun.
Direktur Consumer Banking Bank Mandiri, Saptari, mengatakan pihaknya fokus mengembangkan pembiayaan berbasis ekosistem melalui pendekatan closed-loop. Strategi ini mengintegrasikan berbagai pihak dalam satu rantai nilai bisnis.
“Melalui strategi ini, kami mengoptimalkan sinergi antara nasabah wholesale, pelaku UMKM, dan mitra usaha dalam satu ekosistem untuk meningkatkan efisiensi serta keberlanjutan bisnis,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (31/3/2026).
Dalam skema tersebut, pembiayaan UMKM tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung dengan ekosistem usaha yang telah terbentuk. Dengan begitu, penyaluran kredit menjadi lebih tepat sasaran dan memiliki risiko yang lebih terukur.
Dari sisi sektoral, penyaluran KUR Bank Mandiri masih didominasi sektor produksi dengan porsi 61,83% atau senilai Rp4,54 triliun. Sektor pertanian menjadi kontributor terbesar mencapai Rp2,21 triliun, disusul jasa produksi Rp1,65 triliun, industri pengolahan Rp568 miliar, serta perikanan Rp107 miliar.
Kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) yang berada di bawah 1%, mencerminkan pengelolaan risiko yang baik.
Selain itu, Bank Mandiri juga memperluas akses layanan melalui jaringan Mandiri Agen (Agen Laku Pandai). Kanal ini dimanfaatkan untuk mendukung transaksi harian hingga pembayaran angsuran debitur KUR, sekaligus memperluas inklusi keuangan di berbagai daerah.
Tidak hanya itu, perseroan juga aktif memberikan edukasi keuangan serta literasi digital kepada pelaku UMKM guna meningkatkan kapasitas pengelolaan usaha. Sinergi antar entitas dalam Mandiri Group pun terus diperkuat untuk mengoptimalkan penyaluran KUR berbasis ekosistem.
Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran kredit UMKM secara nasional mengalami penurunan sebesar 0,53% secara tahunan pada Januari 2026.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menilai perlambatan tersebut perlu direspons dengan pembenahan menyeluruh, mulai dari peningkatan literasi keuangan, pendampingan usaha, hingga pemahaman terhadap produk jasa keuangan.
Menurutnya, integrasi UMKM dalam rantai pasok perusahaan besar menjadi kunci untuk meningkatkan skala usaha dan keberlanjutan bisnis.
OJK sendiri telah mendorong hal tersebut melalui POJK Nomor 19 Tahun 2025 yang mengatur kolaborasi antara UMKM dan perusahaan besar dalam ekosistem rantai pasok.
“Regulasi ini juga mewajibkan lembaga jasa keuangan menyediakan akses pembiayaan yang lebih mudah, cepat, terjangkau, dan inklusif,” ujar Dian.
OJK mencatat, tren pembiayaan berbasis rantai pasok (supply chain financing) terus meningkat, menandakan semakin kuatnya keterhubungan antara UMKM dan perusahaan besar sebagai mitra usaha.

