iniSO.co – Puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Surabaya mulai meninggalkan metode pemasaran konvensional dan beralih ke teknologi Artificial Intelligence (AI) guna meningkatkan efisiensi bisnis.
Langkah ini difasilitasi melalui program Safinda Entrepreneur yang digagas Pondok Pesantren Safinda. Sekitar 100 pelaku UMKM dilibatkan dalam workshop bertajuk “Modal Hape, Rupe Gede” yang digelar di Gedung MI Safinda, Jumat (1/5/2026).
Kegiatan ini menjadi respons atas ketatnya persaingan pasar digital yang menuntut kecepatan produksi konten promosi dengan biaya minimal. Melalui pemanfaatan AI, pelaku usaha didorong untuk memangkas biaya operasional sekaligus meningkatkan kualitas pemasaran.
Ketua Yayasan Ponpes Safinda, Choirul Anam, menegaskan komitmennya dalam mendampingi pelaku usaha lokal agar mampu berkembang secara berkelanjutan dan naik kelas.
“Kami berkomitmen mendampingi pelaku UMKM agar usaha yang dirintis dapat berkembang dan memiliki daya saing di pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Dalam sesi pelatihan, Trainer Entrepreneur UMKM Surabaya, Koko Mahargyo, menekankan bahwa keterbatasan perangkat bukan lagi hambatan dalam pemasaran digital. Menurutnya, ponsel pintar yang terintegrasi teknologi AI mampu menghasilkan konten promosi berstandar profesional.
“Teknologi AI harus menjadi bagian dari ekosistem bisnis UMKM untuk menekan biaya sekaligus mempercepat produksi konten,” kata Koko saat memandu praktik penggunaan AI.
Workshop yang berlangsung selama tiga jam tersebut tidak berhenti pada pelatihan semata. Tim Safinda Entrepreneur akan memberikan pendampingan rutin guna memastikan pelaku UMKM benar-benar mampu mengimplementasikan teknologi dalam operasional bisnis mereka.
Program berkelanjutan ini diharapkan dapat memperkuat posisi UMKM lokal di tengah derasnya produk luar yang masuk ke pasar domestik. Dengan penguasaan teknologi digital, pelaku usaha diharapkan mampu meningkatkan daya saing sekaligus menjaga stabilitas keuntungan.
Inisiatif ini menjadi langkah konkret dalam mendorong transformasi digital UMKM di Surabaya, sekaligus membuka peluang lebih besar untuk menembus pasar yang lebih luas di era ekonomi berbasis teknologi.

