iniSO.co – DPW LDII Jawa Timur bersama Bank Syariah Indonesia menggelar webinar bertajuk Program Inkubasi Bisnis di Gedung UMKM BSI Surabaya, Sabtu (25/4/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas melalui pembinaan berkelanjutan berbasis nilai-nilai syariah.
Ketua DPW LDII Jawa Timur, M. Amrodji Konawi, mengatakan program inkubasi bisnis tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas pelaku UMKM LDII yang tersebar di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.
“Program inkubasi ini sangat membantu UMKM LDII, terutama dalam aspek permodalan. Selain itu, peserta juga mendapatkan pendampingan, pengawasan, hingga penataan keuangan usaha,” ujar Amrodji.
Menurutnya, program yang digagas BSI menjadi solusi konkret bagi pengusaha LDII untuk mengembangkan usaha secara bertahap, mulai dari skala mikro menuju usaha kecil, menengah, hingga besar.
Amrodji mengungkapkan antusiasme peserta sangat tinggi. Tercatat sebanyak 1.000 peserta mengikuti program tersebut yang tersebar di 117 titik di seluruh Jawa Timur.
Ia juga menekankan pentingnya prinsip tri sukses dalam berwirausaha, yakni berilmu, berakhlakul karimah, dan mandiri. Menurutnya, pelaku usaha yang berhasil harus mampu memberi dampak positif dengan memberdayakan lingkungan sekitarnya.
Sementara itu, Ketua Himpunan Pengusaha LDII Jawa Timur, Ardian Muchtar, menegaskan pentingnya arah dan visi dalam membangun usaha.
“Banyak usaha berhenti bukan karena tidak mampu, melainkan karena tidak memiliki arah yang jelas. Forum ini menjadi langkah awal bagi pelaku UMKM untuk membangun masa depan usaha yang lebih terarah,” katanya.
Ardian menyebut HPL Jawa Timur saat ini menjadi wadah bagi lebih dari 1.000 pengusaha LDII dan akan terus memberikan pendampingan agar para pelaku usaha dapat berkembang serta memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Di sisi lain, pimpinan BSI Jawa Timur, Wahsi Prasodjo, menjelaskan bahwa program inkubasi bisnis merupakan bagian dari komitmen BSI dalam mendukung program pemerintah untuk pengembangan UMKM nasional.
“Program ini tidak hanya memberikan pembiayaan, tetapi juga pembinaan, pengelolaan keuangan, hingga strategi pemasaran agar UMKM dapat tumbuh secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, dukungan BSI juga mencakup layanan keuangan lain seperti tabungan usaha, pendanaan, tabungan emas, hingga tabungan haji sebagai bagian dari ekosistem keuangan syariah yang terintegrasi.
Selain itu, BSI juga berperan aktif menyalurkan pembiayaan usaha rakyat serta melibatkan UMKM dalam berbagai expo dan program pengembangan bisnis lainnya.
Program inkubasi bisnis ini diharapkan dapat melahirkan pengusaha-pengusaha baru dari Jawa Timur yang mampu bersaing hingga tingkat nasional maupun internasional.

