iniSO.co – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong pelaku UMKM memanfaatkan bisnis waralaba atau franchise sebagai strategi memperluas pasar dan meningkatkan nilai tambah produk.
Komitmen tersebut disampaikan Kementerian UMKM dalam gelaran Indonesia Franchise Business Concept (IFBC) 2026 di Grand City Surabaya, Jumat (11/9/2026).
Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rahman mengatakan, waralaba dapat menjadi platform bisnis yang membantu UMKM memperluas jaringan pemasaran sekaligus mengembangkan usaha agar naik kelas.
“Franchise atau waralaba dalam bahasa Indonesia ini sebuah business platform yang memang sangat diperlukan oleh para pengusaha mikro, kecil, dan menengah di Indonesia,” kata Bagus saat konferensi pers.
Menurut dia, sistem waralaba memberikan peluang bagi UMKM untuk meningkatkan nilai produk melalui kekuatan merek. Skema tersebut juga dinilai dapat mempercepat ekspansi usaha ke pasar yang lebih luas.
“Nah, bagaimana franchise ini menjadi strategi pemasaran dan perluasan ekspansi dari UMKM sehingga nanti bisa naik kelas. Itulah makanya kami hadir di sini,” ujarnya.
Bagus mengatakan, pemerintah akan terus mengawal perkembangan industri waralaba nasional. Kementerian UMKM bersama Kementerian Perdagangan juga akan memperkuat pembinaan, termasuk berkaitan dengan Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW).
Pemerintah, lanjut dia, tidak ingin industri waralaba Indonesia hanya menjadi pasar bagi merek asing. Sebaliknya, waralaba lokal didorong mampu memperkuat pasar domestik sekaligus menembus pasar internasional.
“Tidak hanya franchise luar yang masuk, tapi kita justru berjaya di dalam negeri, dan termasuk juga kalau bisa keluar negeri untuk mengembangkan franchise dari Indonesia,” tegasnya.
Sementara itu, Advisor Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Yaya B. Sunarya mengatakan, dukungan lintas kementerian menjadi modal penting dalam memperkuat industri waralaba nasional.
Menurut Yaya, AFI saat ini tengah menyusun kembali blueprint dan roadmap industri waralaba nasional. Penyusunan tersebut diharapkan memberikan arah pengembangan industri yang lebih jelas dan terukur.
“Blueprint dan roadmap daripada industri waralaba nasional sedang kami persiapkan kembali dan kami rumuskan dengan arahan termasuk salah satunya dari Kementerian UMKM,” kata Yaya.
Roadmap tersebut mencakup sejumlah aspek, termasuk peningkatan jumlah pemilik STPW hingga target ekspansi waralaba Indonesia ke pasar internasional.
Yaya menilai kolaborasi antara Kementerian UMKM, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian PPN/Bappenas menjadi fondasi penting untuk membangun industri waralaba nasional yang lebih kuat.
“Semoga kita bisa melangkah lebih jauh lagi bersama Kementerian UMKM maupun Perdagangan dan Bappenas, membawa waralaba Indonesia menjadi kelas dunia,” tandasnya.

