Minke.id – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lumajang, Jawa Timur, menyatakan dukungan penuh atas rencana pendirian Distribution Center Muhammadiyah (DC MU). Pusat distribusi ini ditujukan untuk membantu pendistribusian produk dari masyarakat, UMKM, serta warga Muhammadiyah di berbagai kota/kabupaten di Jawa Timur.
Ketua PDM Lumajang, dr. Halimi Maksum, menyampaikan hal ini dalam pertemuan bersama anggota Dewan Pakar Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata PP Muhammadiyah, Sutrisno Lukito, pada Minggu (4/5/2025).
Menurut Sutrisno, pendirian Distribution Center Muhammadiyah merupakan proyek percontohan yang akan hadir di 10 kota/kabupaten di Jawa Timur. Kehadiran DC MU menjadi solusi konkret dalam memperkuat ekonomi umat melalui dukungan terhadap warung tradisional dan UMKM.
“Alhamdulillah, sambutan dan antusiasme warga Muhammadiyah sangat menggembirakan,” ujar Sutrisno Lukito.
Setiap Distribution Center Muhammadiyah dirancang untuk menaungi sedikitnya 3.000 WarungMU, yakni toko kelontong milik warga Muhammadiyah yang selama ini kesulitan bersaing dengan ritel modern dan e-commerce.
DC ini akan menjadi pusat distribusi yang mendukung ketersediaan barang kebutuhan pokok dan produk UMKM, sehingga toko-toko kecil dapat memperoleh barang dengan harga bersaing dan pasokan yang stabil.
Untuk merealisasikan proyek ini, PDM Lumajang saat ini sedang menjajaki kerja sama dengan Puskud Jawa Timur dalam pemanfaatan gudang distribusi. Selain itu, Pimpinan Daerah Aisyiyah Lumajang juga turut hadir dan mendukung rencana besar ini.
Pengusaha Muhammadiyah dan Aisyiyah di Lumajang bahkan telah menyatakan minat untuk ikut serta dalam kepemilikan saham DC.
“Insya Allah mulai Juli 2025 nanti akan mulai berjalan,” jelas Sutrisno.
Menariknya, kepemilikan saham DC Muhammadiyah bukan hanya soal keuntungan bisnis. Menurut Sutrisno, saham ini bersifat “three in one” karena berfungsi sebagai sarana menabung, mendukung dakwah, sekaligus mendapatkan bagi hasil.
Untuk mempercepat realisasi proyek ini, PDM Lumajang akan membentuk tim khusus dalam rangka mendukung gerakan Jihad Ekonomi Muhammadiyah.

