Minke.id – Bupati Mojokerto, KH. Muhammad Albarraa, menunjukkan komitmennya dalam mengangkat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar naik kelas melalui pelatihan manajerial dan pendampingan legalitas produk. Langkah strategis ini selaras dengan misi Catur Abhipraya Mubarok, khususnya dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis industri lokal, koperasi, UMKM, serta BUMDes.
“Pemberdayaan pelaku usaha mikro adalah salah satu kegiatan penting dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Gus Bupati saat membuka pelatihan manajerial bagi perajin sepatu di kantor Dekopinda Mojokerto, Selasa (14/5).
Pelatihan UMKM Mojokerto ini berlangsung selama enam hari, dari 15 hingga 20 Mei. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan daya saing UMKM, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih terdampak pandemi. Menurut data Bank Indonesia, 72 persen pelaku UMKM mengalami penurunan penjualan serta kesulitan dalam akses modal.
“Indikator keberhasilan UMKM adalah seberapa banyak yang naik kelas menjadi usaha kecil atau bahkan menengah. Itu yang sedang kita kejar,” tegas Gus Bupati.
Di Kabupaten Mojokerto sendiri, sekitar 48 persen UMKM bergerak di sektor perdagangan dan fesyen, termasuk penyedia alas kaki dan pakaian. Sayangnya, sekitar 80 persen dari pelaku usaha tersebut masih terdampak oleh lesunya pasar.
Karena itu, pemerintah daerah melakukan intervensi melalui pelatihan yang membahas sejumlah materi penting, seperti kebijakan pemberdayaan UMKM, Legalitas produk UMKM, pengelolaan limbah industri, penyusunan perjanjian kontrak usaha, pemasaran produk melalui e-katalog, dan manajemen keuangan usaha mikro.
Gus Bupati berharap para perajin dari 15 kecamatan di Mojokerto yang mengikuti pelatihan ini bisa menjadi penyedia kebutuhan industri lokal, bahkan industri di Gresik. “Idealnya, pemberdayaan masyarakat adalah proses yang tumbuh dari masyarakat, dilakukan oleh masyarakat, dan hasilnya untuk kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Dengan pelatihan ini, Pemkab Mojokerto menargetkan UMKM bisa bersaing di pasar digital dan global, serta memperkuat struktur ekonomi lokal yang berkelanjutan.

