Minke.id – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) kembali mencetak prestasi melalui dukungannya terhadap pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) untuk menembus pasar ekspor global. Salah satu UMKM binaannya, CV Mitraindo Shoes Pratama asal Mojokerto, sukses melakukan ekspor produk alas kaki ke Busan, Korea Selatan dengan nilai mencapai USD 37.060 atau setara Rp602 juta.
Plt Direktur Utama Bank Jatim, Arif Suhirman, menyampaikan bahwa keberhasilan ini menjadi wujud nyata dari komitmen Bank Jatim dalam mendorong UKM agar mampu bersaing di pasar internasional.
“Kami bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen memperluas akses pasar global dan meningkatkan nilai tambah produk nasional,” ujarnya, Kamis (31/7/2025).
Sebagai bank pembangunan daerah, Bank Jatim terus menguatkan perannya dalam mendampingi nasabah yang memiliki potensi ekspor. Fasilitasi, pembinaan, serta akses ke pembiayaan menjadi kunci sukses ekspor produk lokal Mojokerto ini.
“Kami ingin berkontribusi untuk memperkuat posisi komoditas unggulan Jawa Timur di pasar internasional. Mojokerto punya potensi besar, dan ini baru awal,” tambah Arif.
Bupati Mojokerto, yang akrab disapa Gus Bupati, mengapresiasi keberhasilan CV Mitraindo Shoes Pratama. Menurutnya, ekspor ini merupakan bukti bahwa produk lokal dari Mojokerto memiliki daya saing tinggi.
“Kami berharap ekspor seperti ini terus berlanjut dan meningkat dari sisi volume, jenis produk, dan jangkauan pasar. Ini harus jadi inspirasi bagi IKM lainnya,” jelasnya.
Gus Bupati juga menyoroti pentingnya penguatan pelatihan, pendampingan, dan promosi bagi industri kecil dan menengah (IKM) di daerah. Ia menegaskan bahwa pasar internasional harus terus dijajaki, terutama sebagai respons atas dinamika global seperti kebijakan tarif tinggi dari negara lain.
“Kita harus mencari pasar ekspor baru yang lebih luas. Ini penting agar ekspor kita tetap stabil dan ekonomi nasional tetap tumbuh,” tegasnya.
Dengan keberhasilan ekspor produk alas kaki ke Korea Selatan, Bank Jatim menunjukkan bahwa peran BUMD tidak sekadar menyediakan layanan perbankan, tetapi juga menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi kita. Ketika mereka naik kelas melalui ekspor, maka ekonomi daerah ikut bergerak naik,” tutup Arif.

