Minke.id – Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, menegaskan bahwa anggaran UMKM dan ekonomi kreatif (Ekraf) harus benar-benar dirancang untuk menjawab kebutuhan rakyat, bukan sekadar angka di atas kertas.
Menurut Novita, alokasi dana yang ada saat ini masih jauh dari kebutuhan riil di lapangan. Ia mengingatkan pemerintah agar tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperhatikan ekosistem digital dan keberlanjutan operasional UMKM.
“Banyak program yang terlihat besar di atas kertas, namun di lapangan tidak menjawab persoalan riil masyarakat. Jangan sampai hanya menambah bangunan, tetapi tidak ada nyawa dalam pengelolaannya,” kata Novita, Jumat (5/9/2025).
Novita menyoroti keberadaan Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan UMKM (PLUT-KUMKM) yang di banyak daerah hanya berfungsi sebagai bangunan kosong tanpa pengawasan memadai.
Ia menekankan pentingnya kerja sama erat antara pemerintah pusat dan daerah, termasuk dalam memastikan kebutuhan dasar seperti listrik, pelatihan, hingga pendampingan digital bagi pelaku UMKM.
Selain anggaran, Novita juga menyoroti praktik e-commerce yang dianggap merugikan pelaku usaha kecil. Menurutnya, potongan biaya yang dikenakan bisa mencapai 15 persen, jauh di atas aturan FAQ yang hanya membolehkan 8 persen.
“Ini jelas merugikan dan harus segera dievaluasi,” tegasnya.
Tak hanya UMKM, sektor ekonomi kreatif juga mendapat perhatian Novita. Ia menekankan perlunya dukungan nyata bagi industri film, khususnya karya yang mengangkat budaya lokal dan destinasi wisata.
Menurutnya, film bukan sekadar hiburan, tetapi juga pintu masuk untuk promosi wisata dan diplomasi budaya Indonesia di tingkat global.
Novita menegaskan, orientasi anggaran tidak boleh sekadar mengejar target serapan. Pemerintah perlu memastikan RKAKL 2026 benar-benar menjawab tantangan riil, mulai dari royalti kreator digital, perfilman berbasis budaya, hingga UMKM yang berdaya saing.
“RKAKL 2026 harus menjawab tantangan riil, dari royalti kreator digital, perfilman budaya, hingga UMKM yang benar-benar hidup dan berdaya saing,” pungkasnya.

