Minke.id – Rangkaian kegiatan Chocopreneur 2025 yang digelar oleh Parrot Cokelat resmi mencapai puncaknya di Hotel Morazen, Surabaya, Kamis (18/9/2025). Acara penutup bertajuk Baking Demo Chocopreneur 2025 ini sukses menarik perhatian lebih dari 200 peserta dari kalangan pengusaha hingga masyarakat umum.
Program Chocopreneur merupakan wadah kreatif yang dirancang untuk menumbuhkan inovasi dan daya saing UMKM olahan cokelat. Sejak Januari 2025, Parrot Cokelat telah menggelar lebih dari 200 baking demo di berbagai kota besar, seperti Surabaya, Jakarta, dan Yogyakarta.
Febriana Widyasari, Business Development and Marketing Manager Parrot Cokelat, menegaskan bahwa Chocopreneur adalah bentuk komitmen perusahaan dalam memberdayakan pelaku usaha kecil menengah.
“Kami ingin menjaring pengusaha-pengusaha potensial untuk bisa naik kelas. Melalui Chocopreneur, mereka tidak hanya mendapat modal, tetapi juga pendampingan berkelanjutan,” ungkapnya.
Dari lebih 300 UMKM yang mendaftar, terpilih tiga pemenang terbaik yang masing-masing berhak atas modal usaha senilai Rp15 juta, sehingga total hadiah mencapai Rp60 juta. Dana ini dapat digunakan untuk memperbesar skala produksi maupun membeli peralatan usaha.
Selain bantuan finansial, para pemenang juga akan mendapat fasilitas produk Parrot Cokelat dengan harga khusus setiap bulan, pendampingan eksekutif dari tim professional,serta dokumentasi perjalanan bisnis dalam bentuk video inspiratif.
Acara puncak Chocopreneur 2025 di Surabaya berlangsung meriah dengan menghadirkan sejumlah chef profesional. Para peserta tidak hanya menyaksikan demo memasak, tetapi juga memperoleh resep eksklusif serta kesempatan mendapatkan hadiah menarik.
Tingginya minat membuat pendaftaran ditutup lebih cepat dari jadwal. Hal ini menunjukkan besarnya perhatian pelaku usaha kuliner terhadap peluang pengembangan bisnis berbasis cokelat.
Menurut Febriana, Jawa Timur masih menjadi kontributor terbesar bagi bisnis Parrot Cokelat.
“Sekitar 65–70 persen pasar kami berasal dari Jawa Timur. Surabaya adalah home base sejak awal, dan hingga kini kontribusinya masih dominan,” jelasnya.
Melalui program Chocopreneur, Parrot Cokelat berharap semakin banyak UMKM kuliner khususnya pengolah kakao dapat berkembang dan bersaing, baik di pasar lokal maupun global.
Dengan kombinasi dukungan modal, pendampingan, dan jaringan distribusi, Chocopreneur 2025 menjadi bukti nyata bahwa industri cokelat Indonesia memiliki potensi besar untuk terus bertumbuh

