Minke.id – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, menegaskan komitmen organisasi dalam mendukung dunia usaha, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu mengadopsi transformasi hijau.
“Kadin Jatim tidak akan membiarkan pelaku usaha berjalan sendiri. Kami memperkuat kolaborasi pentahelix dengan pemerintah, akademisi, komunitas, dan media,” kata Adik di Surabaya, Rabu (24/9/2025).
Adik menekankan, penerapan tradisi bisnis hijau bukan hanya tuntutan global demi menjaga lingkungan, tetapi juga kunci keberlanjutan usaha. Meski demikian, ia mengakui UMKM menghadapi tantangan cukup besar, mulai dari keterbatasan modal, akses teknologi, hingga kapasitas sumber daya manusia (SDM).
Untuk menjawab tantangan tersebut, Kadin Jatim menyiapkan tiga langkah utama, yaitu mendorong transformasi bisnis hijau melalui edukasi, forum dialog, dan lokakarya. Kemudian menyediakan ruang kolaborasi untuk memudahkan akses pengetahuan, teknologi, dan pendanaan hijau, serta mengawal kebijakan transisi energi dan pembangunan berkelanjutan agar selaras dengan agenda nasional menuju net zero emission.
Adik mengingatkan pelaku usaha agar tidak hanya fokus pada hambatan, melainkan juga peluang yang terbuka lebar. “Peluang itu antara lain akses ke pasar global untuk produk ramah lingkungan, insentif pemerintah, investasi hijau, pendanaan berkelanjutan, hingga penciptaan lapangan kerja baru di sektor energi terbarukan,” jelasnya.
Menurutnya, jika UMKM mampu bertransformasi, mereka tidak hanya berdaya saing di pasar domestik, tetapi juga dapat menembus pasar internasional yang semakin ketat terhadap standar produk ramah lingkungan.
Dengan langkah strategis ini, Kadin Jatim berharap UMKM dapat menjadi motor penggerak ekonomi hijau sekaligus mendukung target pemerintah menuju net zero emission 2060. Transformasi hijau diharapkan tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga menciptakan ekosistem bisnis berkelanjutan yang mampu bertahan menghadapi tantangan global.

