iniSO.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar dalam mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu bersaing di pasar ritel modern terus diperkuat. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui kegiatan sosialisasi dan kurasi produk UMKM yang menggandeng PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi).
Kegiatan tersebut digelar di Ruang Rapat Perdana Pemkab Blitar, Jumat (9/1), dan diikuti puluhan pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha lokal.
Sebanyak 70 pelaku UMKM mengikuti proses kurasi dengan lebih dari 100 produk lokal yang dinilai. Kurasi dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan produk UMKM memenuhi standar ritel modern.
Aspek penilaian meliputi kualitas produk, desain dan ketahanan kemasan, kelengkapan perizinan, hingga kesiapan pasokan agar produk mampu dipasarkan secara berkelanjutan di jaringan ritel modern.
Pemkab Blitar Dorong UMKM Naik Kelas
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Blitar, Darmadi, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat peran UMKM sebagai penopang ekonomi lokal.
“Kami ingin UMKM Kabupaten Blitar benar-benar naik kelas. Melalui kurasi ini, pelaku usaha bisa memahami standar yang dibutuhkan agar produknya mampu masuk ke pasar ritel modern,” ujar Darmadi.
Menurutnya, pembinaan yang dilakukan tidak hanya sebatas seleksi produk, tetapi juga memberikan wawasan strategis bagi pelaku usaha terkait peluang pengembangan bisnis ke depan.
Sementara itu, Branch Manager Alfamidi Cabang Pasuruan, Widodo, menyampaikan bahwa Alfamidi membuka ruang seluas-luasnya bagi produk lokal untuk tumbuh bersama jaringan ritel modern.
“Dari hasil kurasi, kami melihat produk UMKM Kabupaten Blitar memiliki potensi besar, baik dari sisi kualitas maupun keunikan lokalnya. Kami berharap semakin banyak produk UMKM Blitar yang bisa hadir di rak Alfamidi,” ungkap Widodo.
Pemkab Blitar berharap, melalui kolaborasi dengan pelaku ritel modern, UMKM lokal dapat memperluas akses pasar, meningkatkan daya saing, serta tumbuh secara berkelanjutan.
Langkah ini dinilai strategis dalam mendorong ekonomi kerakyatan, sekaligus memperkuat posisi UMKM sebagai motor penggerak perekonomian daerah di Kabupaten Blitar.

