iniSO.co – Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Kota Malang resmi membuka kegiatan UMKM Ramadan Fest 2026 pada Selasa (3/3/2026). Event yang digelar selama 3–7 Maret 2026 ini menjadi momentum penguatan ekosistem UMKM melalui kolaborasi pemerintah pusat, daerah, dan lembaga keuangan.
Pembukaan acara dihadiri Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Direktur Keuangan, Umum, dan Sistem Informasi Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Soeharto, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur Saiful Islam, perwakilan Bank Syariah Indonesia (BSI), serta sejumlah tamu undangan.
Selain seremoni pembukaan, UMKM Ramadan Fest 2026 juga diisi dengan penyerahan plakat, pemberian bantuan dana secara simbolis kepada pondok pesantren dan masjid, sesi foto bersama, hingga lomba adzan bagi anak-anak.
Dalam sambutannya, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengapresiasi kolaborasi BSI dan seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya UMKM Ramadan Fest 2026.
“Terima kasih dan apresiasi kepada BSI yang peduli dan memberikan perhatian kepada UMKM Kota Malang. Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi yang sangat baik antara pemerintah dan mitra pembiayaan. Saya berharap kegiatan seperti ini tidak hanya dilakukan pada momentum Ramadan, tetapi juga terus berlanjut melalui berbagai event yang fokus mendorong UMKM agar bisa naik kelas,” ujarnya.
Ia menegaskan, salah satu tantangan utama UMKM saat ini adalah akses pembiayaan dan pemasaran. Melalui sinergi dengan PIP dan BSI, diharapkan persoalan pembiayaan, khususnya bagi pelaku usaha ultramikro, tidak lagi menjadi hambatan.
“UMKM di Kota Malang menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi. Karena itu, dukungan pembiayaan dan pendampingan harus terus diperkuat,” imbuhnya.
Area Manager BSI Malang Waskito Virginio menjelaskan, UMKM Ramadan Fest 2026 menghadirkan 45 pelaku UMKM dari wilayah Malang Raya dan sekitarnya.
“Kegiatan ini bertujuan agar pelaku UMKM dapat melakukan scale up usaha, memperluas pasar, serta meningkatkan sinergi antara pengusaha, perbankan, dan Pemerintah Kota Malang. Kami juga mengajak masyarakat untuk menikmati beragam kuliner khas Malang yang dihadirkan oleh UMKM binaan,” jelasnya.
Ia menambahkan, BSI aktif menyalurkan pembiayaan melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun non-KUR. Pada tahun sebelumnya, BSI menyalurkan pembiayaan UMKM lebih dari Rp30 miliar dan membina sekitar 300 UMKM. Tahun ini, BSI menargetkan pertumbuhan penyaluran pembiayaan sebesar 15–20 persen.
Direktur Keuangan, Umum, dan Sistem Informasi PIP Soeharto menyampaikan, UMKM Ramadan Fest menjadi ajang mempertemukan pelaku UMKM dengan pemerintah dan lembaga keuangan guna memperkuat pemberdayaan usaha.
“Pembiayaan saja tidak cukup. UMKM juga perlu pendampingan, pelatihan, serta fasilitasi pemasaran melalui pameran seperti ini. Seluruh stan kami sediakan secara gratis agar pelaku UMKM memiliki ruang promosi yang lebih luas,” ujarnya.
PIP berfokus pada pembiayaan ultramikro bagi pelaku usaha yang belum bankable agar dapat naik kelas dan mengakses pembiayaan perbankan. Di Kota Malang, pembiayaan ultramikro telah disalurkan kepada puluhan ribu debitur dengan nilai mencapai ratusan miliar rupiah. Sementara di tingkat Provinsi Jawa Timur, realisasi pembiayaan ultramikro telah menembus triliunan rupiah.
Kepala Kanwil DJPb Jawa Timur Saiful Islam menjelaskan, pemerintah menyiapkan dua skema utama pembiayaan UMKM, yakni skema ultramikro melalui PIP dan skema KUR.
“Kehadiran APBN diwujudkan dalam bentuk subsidi bunga. Untuk KUR dengan plafon hingga Rp500 juta, debitur hanya membayar bunga sekitar 6 persen, sementara selisihnya ditanggung pemerintah melalui subsidi,” jelasnya.
Secara nasional, alokasi subsidi bunga KUR mencapai sekitar Rp40 triliun per tahun, dengan total penyaluran kredit hampir Rp300 triliun melalui puluhan bank penyalur. Skema ini diharapkan mampu mendorong pelaku UMKM memperoleh pembiayaan murah sehingga usaha dapat tumbuh dan berkelanjutan.
UMKM Ramadan Fest 2026 di Kota Malang merupakan bagian dari penyelenggaraan serentak di tiga kota di Jawa Timur, yakni Malang, Jember, dan Probolinggo. Melalui kegiatan ini, pemerintah bersama perbankan dan lembaga pembiayaan berkomitmen memperkuat ekosistem UMKM, meningkatkan akses pembiayaan UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah selama Ramadan 2026.

