iniSO.co – Pemerintah Kota Pasuruan bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan menggelar kegiatan Penguatan Literasi dan Inklusi Keuangan guna mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pelaku UMKM di Gedung Gradika Bhakti Praja, Senin (11/5/2026).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Adi Wibowo dan dihadiri Ketua IWAPI Kota Pasuruan Suryani Firdaus, Ketua Perwosi Kota Pasuruan, Kepala OJK Malang, Plh Sekretaris Daerah Kota Pasuruan, kepala perangkat daerah terkait, pelaku UMKM, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Wali Kota Pasuruan yang akrab disapa Mas Adi menegaskan bahwa masyarakat saat ini menghadapi perubahan besar di sektor keuangan seiring pesatnya perkembangan teknologi digital. Menurutnya, penguatan literasi keuangan menjadi langkah penting agar masyarakat, khususnya pelaku UMKM, mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut.
“Perubahan di sektor keuangan berlangsung sangat cepat dan kita harus mampu mengimbanginya. Anak-anak muda kini ingin segala sesuatu serba instan, sehingga penguatan literasi, khususnya di sektor UMKM sebagai salah satu penopang perekonomian Kota Pasuruan, menjadi sangat penting,” ujarnya.
Mas Adi juga mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap berbagai tawaran keuntungan instan yang berpotensi menimbulkan kerugian, termasuk maraknya praktik pinjaman online ilegal dan penipuan digital.
“Masyarakat sering tergesa-gesa ingin memperoleh keuntungan besar dalam waktu singkat, padahal setiap hari masih banyak yang menjadi korban penipuan, termasuk pinjaman online ilegal. Karena itu, kegiatan ini penting untuk meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian dalam menghadapi berbagai risiko di era ekonomi digital,” tambahnya.
Ia turut mengapresiasi dukungan berbagai pihak, mulai dari IWAPI, Perwosi, Dharma Wanita Persatuan, hingga seluruh pemangku kepentingan yang terus berkomitmen meningkatkan literasi keuangan masyarakat sebagai upaya memperkuat fondasi ekonomi daerah agar tetap stabil dan berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua IWAPI Kota Pasuruan Suryani Firdaus menilai literasi keuangan kini menjadi kebutuhan mendasar bagi pelaku UMKM di tengah persaingan usaha dan perkembangan ekonomi digital yang semakin dinamis.
Menurutnya, pelaku UMKM tidak hanya dituntut mampu menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga harus memahami pengelolaan keuangan usaha secara sehat, akses pembiayaan, pemanfaatan layanan perbankan, hingga kemampuan beradaptasi dengan sistem transaksi digital.
“Peningkatan literasi dan inklusi keuangan menjadi salah satu kunci memperkuat ekonomi masyarakat agar usaha yang dijalankan semakin berdaya saing, berkembang, dan berkelanjutan,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut juga digelar Pameran UMKM Perempuan yang menampilkan berbagai produk unggulan lokal Kota Pasuruan sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha masyarakat.
Kegiatan penguatan literasi dan inklusi keuangan ini menjadi langkah strategis memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, OJK, sektor perbankan, dunia usaha, dan organisasi masyarakat dalam membangun ekosistem ekonomi yang inklusif, tangguh, serta berkelanjutan.

