iniSO.co – Bazar UMKM Milad Aisyiyah ke-109 menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang menyedot perhatian masyarakat dalam peringatan Milad Aisyiyah ke-109 di Kabupaten Banyuwangi, Minggu (31/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata peran perempuan dalam menggerakkan ekonomi keluarga melalui berbagai usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) berbasis industri rumahan.
Bazar yang digelar di halaman samping SMK Muhammadiyah 2 Genteng (STEMDA) Banyuwangi itu diikuti anggota Aisyiyah dari 13 kecamatan. Puluhan produk unggulan hasil kreativitas anggota dipamerkan dan dipasarkan kepada pengunjung yang memadati area bazar sejak pagi hingga siang hari.
Ketua panitia menyebutkan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Milad Aisyiyah, tetapi juga menjadi sarana promosi produk UMKM yang dikelola para anggota organisasi perempuan Muhammadiyah tersebut.
Sebanyak 13 Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) turut berpartisipasi, yakni PCA Kabat, Kalibaru, Glagah, Cluring, Genteng, Banyuwangi, Muncar, Sempu, Sumbersari, Glenmore, Siliragung, Purwoharjo dan Singojuruh.
Beragam produk kuliner dan hasil usaha rumahan ditawarkan kepada pengunjung. Di antara peserta yang menarik perhatian adalah PCA Siliragung dan PCA Glenmore yang berhasil mencatat penjualan cukup tinggi selama pelaksanaan bazar.
Perwakilan PCA Siliragung, Lilis Tri Utami, mengatakan seluruh produk yang dijual merupakan hasil kerja bersama anggota Aisyiyah setempat. Produk unggulan seperti rujak soto, mi buah naga, soto babat hingga aneka camilan menjadi favorit pengunjung.
“Seluruh produk merupakan hasil karya anggota secara bersama-sama. Kami memilih kuliner yang dekat dengan masyarakat dan memiliki cita rasa yang disukai banyak orang,” ujarnya.
Dalam waktu sekitar empat jam, PCA Siliragung berhasil membukukan omzet penjualan mencapai Rp500 ribu.
Sementara itu, PCA Glenmore menghadirkan konsep berbeda dengan mengangkat potensi pertanian dan peternakan anggota. Selain nasi bakar, mereka menjual telur ayam kampung, telur asin, bawang goreng hingga keripik jamur kuping kering.
Perwakilan PCA Glenmore, Holis, menjelaskan seluruh produk yang dipasarkan berasal dari anggota dan Majelis Ekonomi Aisyiyah Glenmore sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.
“Produk yang dijual merupakan hasil usaha anggota. Ada yang berasal dari peternakan milik anggota dan ada pula yang diproduksi oleh Majelis Ekonomi,” katanya.
Meski membatasi stok beberapa produk, antusiasme pengunjung tetap tinggi. Sejumlah menu seperti salad buah dan rujak manis bahkan habis terjual sebelum kegiatan berakhir. PCA Glenmore memperkirakan omzet penjualan yang diperoleh juga mencapai sekitar Rp500 ribu.
Menariknya, hasil penjualan dalam Bazar UMKM Milad Aisyiyah ke-109 tidak digunakan untuk kepentingan pribadi. Seluruh keuntungan akan dimasukkan ke kas organisasi guna mendukung berbagai program sosial, pendidikan, keagamaan dan pemberdayaan perempuan di masing-masing wilayah.
Melalui kegiatan ini, Aisyiyah Banyuwangi menegaskan komitmennya sebagai organisasi perempuan yang tidak hanya bergerak di bidang dakwah dan sosial, tetapi juga aktif mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Bazar UMKM Milad Aisyiyah ke-109 menjadi wadah bagi perempuan untuk meningkatkan produktivitas, memperluas jaringan usaha dan memperkuat kontribusi terhadap pembangunan ekonomi keluarga serta umat.

