SURABAYAONLINE.CO, Sampang – Tak patut dicontoh, itulah kata yang bisa menggambarkan sikap salah satu Anggota Dewan dari Partai Demokrat Kabupaten Sampang.
Dimana Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) adalah Wakil Rakyat yang dipercaya oleh masyarakat ataupun mahasiswa untuk bisa menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah.
Namun berbanding terbalik dengan sikap salah satu anggota DPRD Kabupaten Sampang Abdus Salam dari Fraksi Demokrat, yang menghadapi pendemo dengan arogansi dan hampir adu jotos.
Hal itu terjadi saat aksi penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Sampang Madura, yang dilakukan oleh aktivis mahasiswa dan masyarakat di depan gedung DPRD setempat, Kamis (8/9/2022) siang.
Peristiwa itu bermula saat Politisi dari fraksi Demokrat tersebut hendak mengambil mik atau pelantang suara dari tangan salah satu Korlap Aksi yang hendak membacakan tuntutan.
Namun, upayanya yang seakan memaksa, tidak diperbolehkan oleh demonstran sehingga sontak memanas.
Aksi dorong dan saling tuding antara Abdus Salam dengan beberapa demonstranpun terjadi, beruntungnya segera dilerai oleh petugas kepolisian.
Hingga akhirnya sejumlah anggota legislatif yang saat itu turut menemui demontran diarahkan masuk ke dalam gedung DPRD, begitupun Abdus Salam guna meredam amarah demontran.
Dengan respon wakil Rakyat yang dinilai arogan, para demontran yang mengatasnamakan Aliansi Sampang Menggugat (ASM) mengecam keras atas perilaku anggota Komisi III Abdus Salam.
Riski selaku Korlap menegaskan akan membawa Massa yang lebih banyak lagi.
“Perlu diperingatkan, kita akan membawa massa lebih banyak lagi dan akan menggruduk ke dalam (Gedung DPRD).” Pungkas Riski. (bie).

