SURON.CO,Surabaya – PT Pegadaian Kanwil XII Surabaya turut berpartisipasi dan mendorong para pelaku UMKM di Jatim untuk naik kelas. Salah satunya melalui seminar UMKM naik kelas, UMKM Go Public, serta launching Klinik UMKM Go Public di Universitas Narotama Surabaya.
Pimpinan Wilayah (Pinwil) XII PT Pegadaian Jatim Mulyono Rekso yang juga menjadi salah satu pemateri dalam seminar itu menyampaikan bahwa Pegadaian juga memiliki produk-produk yang dekat dengan UMKM. Seperti produk pembiayaan atau pinjaman serta produk investasi.
” Kredit usaha tidak hanya dilakukan oleh perbankan. Pegadaian menjadi satu-satunya lembaga non- perbankan yang menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan skema syariah. Artinya ada KUR Super Mikro yang nilainya Rp. 10.000.000 ke bawah dengan tingkat bunga 3 persen,” Kata Mulyono
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kredit super mikro milik PT Pegadaian dapat memberikan layanan pembukaan akses bagi para pelaku UMKM di Jatim yang belum terakses oleh perbankan. Kemudian, bagi para UMKM Jatim juga dapat mengajukan investasi emas secara angsuran malelui PT Pegadaian bila memiliki kelebihan dana.
Ia juga menjamin tingkat keamanan dan kualitas produk emas, mengingat kini PT Pegadaian telah memiliki pabrik emas. ” Bagi para UMKM yang punya kelebihan dana bisa mengalokasikan dana untuk pembelian emas di Pegadaian secara angsuran. Kami, Pegadaian juga sudah punya pabrik emas sendiri dibawah naungan usaha PT Galeri24,” Ujarnya
Dalam kesempatan itu, Kanwil XIi Pegadaian Surabaya juga menyediakan layanan pembukaan rekening tabungan emas serta registrasi atau pendaftaran KUR syariah sebanyak 50 orang.
”Promo yang diberikan adalah bebas administrasi sehingga bagi para peminjam UMKM yang pada saat itu melakukan pinjaman KUR Syariah Pegadaian bebas biaya. Artinya pinjam Rp 10 juta juga mendapatkan Rp 10 juta. Selain itu, dalam pembiayaan kredit logam mulia emas juga diadakan diskon atau cashback sebesar Rp 50 ribu per gram,” sambungnya.
Tak hanya itu, Mulyono juga memberikan apresiasi kepada peserta terpilih berupa logam mulia. Kemudian ia juga berinteraksi dengan nasabah setia PT Pegadaian, Astuti dan Triani yang mengaku terbantu ketika memilih Pegadaian dalam pengajuan pembayaran modal usaha serta pembelian emas.
Astuti salah satu nasabah setia Pegadaian yang merasa tertolong dengan pembiayaan yang diberikan untuk membeli mesin pembuat tempe. Begitu juga dengan Triani yang sudah melakukan pembelian emas secara angsuran dua tahun yang lalu. Bahkan sampai sekarang masih mengangsur. Harga emas masih sekitar Rp 800 ribuan, sekarang sudah hampir Rp 1 juta,” bebernya.(*)

