SURON.CO, Surabaya – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) secara berkelanjutan mendorong terciptanya ekonomi digital Indonesia. Salah satunya melalui pelaksanaan program Business Matching PaDi UMKM di Surabaya.
Ini merupakan kali ketiga business matching dilaksanakan dengan total transaksi antara UMKM dan BUMN mencapai lebih dari 2.100 transaksi. Melalui PaDI UMKM, Telkom berusaha mewujudkan bangsa yang lebih sejahtera dan berdaya saing tinggi.
“Kegiatan Business Matching telah meningkatkan transaksi yang signifikan bagi para pelaku UMKM di Indonesia dan juga memberikan banyak manfaat lainnya,” ujar Direktur Digital Business Telkom Muhamad Fajrin Rasyid, Kamis (8/6).
“Kegiatan business matching PaDi UMKM dapat mendorong kemajuan ekonomi UMKM lokal. Khususnya wilayah Jawa Timur dengan adanya transaksi dari BUMN,” kata Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM Kementerian BUMN, Loto Srinaita Ginting.
Melalui program yang mempertemukan pelaku UMKM dan BUMN ini, Telkom berkomitmen untuk selalu mendukung peningkatan kualitas UMKM sebagai salah satu fondasi perekonomian Indonesia.
Pada kesempatan business matching tersebut, omzet UMKM di Jawa Timur mencatatkan kenaikan hingga lebih dari Rp 66 miliar dalam waktu sehari.
Sejak awal terbentuknya PaDi UMKM di tahun 2020 hingga saat ini, Gross Merchandise Value (GMV) PaDi UMKM mencapai nilai total Rp 7,3 triliun dengan total 319 ribu transaksi. Khusus di tahun 2022, total GMV PaDi UMKM tercatat lebih dari Rp 3,7 triliun.
Angka tersebut mengalami kenaikan yang cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dengan GMV Rp 1,5 triliun pada 2021 dan GMV Rp 171 miliar pada 2020. Selain itu, saat ini terdapat sekitar 6 ribu UMKM dan 42 BUMN yang telah tergabung ke dalam platform PaDi UMKM dengan total GMV mencapai Rp 1,1 triliun dari 33 ribu transaksi.
Manager Marketing PT Usaha Yekapepe Budi Setiawan menyampaikan, sejak perusahaannya bergabung dengan PaDi UMKM di akhir tahun 2021, UMKM tempatnya bernaung sudah mendapatkan omzet lebih dari Rp 7 miliar, yang berasal dari transaksi dengan BUMN.
“Kami sangat terbantu sekali. PaDi UMKM membuat kami jadi lebih banyak dikenal oleh BUMN. Platform PaDi UMKM juga user friendly karena mudah digunakan,” jelas Budi.(*)

