SURON.CO, Jember – Gedung Jember Nusantara pada tahun ini direncanakan untuk menjadi pusat oleh-oleh. Penjualnya yaitu para pelaku UMKM asli Jember. Ini untuk menarik perhatian warga dan wisatawan.
Di gedung eks BHS itu nanti, tidak semua UMKM Jember boleh masuk dan berjualan. Ada ketentuan yang perlu ditaati oleh pelaku usaha untuk bisa berjualan di dalam gedung dekat Alun-Alun Jember tersebut.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskopum) Jember Sartini menyebut, nantinya hanya UMKM tertentu yang bisa berjualan di Gedung Jember Nusantara. Para pelaku UMKM akan diseleksi dan ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi.
Dalam seleksi itu akan dilakukan penilaian secara bertahap. Tak hanya untuk UMKM kuliner dan minuman, tetapi juga UMKM handicraft dan batik. “Kami akan buka kurasi produk dan akan kami sampaikan kepada pelaku UMKM,” terangnya.
Menurutnya, Gedung Jember Nusantara dijadikan pusat oleh-oleh. Karena itu, produk yang dijual harus memiliki izin lengkap. Baik label halal, NIB, nomor pangan industri rumah tangga (PIRT), dan hak kekayaan intelektual (HKI). “Dengan perizinan lengkap dan jelas itu akan membuat orang yang membeli produk merasa aman dan mau membeli,” jelas Sartini.
Terkait tatanan stan, Diskopum akan menatanya sesuai dengan jenis UMKM. Saat ini Diskopum sedang melakukan pengukuran luas stan yang akan digunakan UMKM. “Nanti akan kami kasih pembatas, mana yang bagian makanan, minuman, baju, dan sebagainya,” ucapnya.
Gedung Jember Nusantara direncanakan akan segera di-launching pada Mei 2024 ini. Saat ini, masih proses finishing, seperti pengadaan sarana interior. “Semoga launching nanti bisa berjalan sesuai rencana,” pungkasnya.(*)

