SURON.CO, Surabaya – Sejak muda, Dedy Setio sudah tertarik pada dunia UMKM. Ketertarikan itulah yang membawa pria asal Surabaya ini lebih jauh berkecimpung. Puncaknya, Dedy benar-benar mantap dan memutuskan untuk mendirikan usahanya sendiri pada 2008.
Kini, Dedy mengelola beberapa usaha yang didirikannya. Mulai dari perusahaan transportasi, perusahaan outsourching. Memiliki usaha pengamanan, pengelolaan parkir, hingga penyedia tenaga kerja. Diluar kesibukan bisnisnya, Dedy berprofesi sebagai advokat dan bergabung dalam Peradi Surabaya.
Tak lelah. Dedy juga tergolong aktif di berbagai organisasi dan komunitas kemasyarakatan. Salah satunya menjadi wakil ketua Bidang Advokasi dan Hukum di Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Jawa Timur. Berhubungan erat dengan UMKM.
Bicara soal UMKM. Dedy menilai Kota Pahlawan memiliki banyak sekali UMKM. Kreasi produk UMKM yang dihasilkan pun beragam. PR-nya satu, kurangnya wadah untuk menaungi pengusaha lokal.
“Masyarakat sekarang itu kan banyak penggiat UMKM. Mereka bisa bekerja. Tetapi masih banyak yang tidak tahu caranya. Cara membuat NIB, PIRT, dan sebagainya,” ungkap Dedy.
Berangkat dari kepedulian di lapangan. Dedy bersama anggota APKLI membantu para pelaku UMKM di Jawa Timur, khususnya di Kota Surabaya. Mereka melakukan pembinaan dan pelatihan.
“Contohnya dari UMKM yang tidak mengerti apa apa. Kami akan bantu untuk pembuatan NIB. Lalu pengurusan PIRT, kami siap bantu. Kami ingin membangun ekonomi masyarakat menjadi lebih baik,” ujarnya.
Tidak hanya itu, Dedy Setio bersama APKLI Jatim juga memberikan fasilitas kepada pelaku UMKM Surabaya untuk bisa mengikuti pertukaran dagang antar provinsi. Mereka tidak perlu membayar alias free. Justru dagangan mereka akan dibeli oleh Pemprov Jatim.
Dengan begitu, Dedy berharap pengusaha lokal Surabaya berkesempatan menjadi UMKM Next Level. Sederhananya, UMKM dikatakan next level saat usahanya mengalami kenaikan omset, aset, serta pemasaran produknya sudah menembus pasar global.
“Jelas untuk masyarakat dan memang sedang dibutuhkan untuk meningkatkan perekonomian rakyat,” tambah alumnus Universitas Airlangga.
Lebih lanjut, Dedy menegaskan UMKM adalah rodanya masyarakat menengah ke bawah. Ada perputaran ekonomi yang berdampak. “Saya tidak ingin roda ekonomi itu cuma dipegang sama orang-orang yang mampu saja. Supaya bisa merata,” tandasnya.(*)

