SURON.CO, Banyuwangi – Sajian cita rasa kuliner khas Timur Tengah ini sangat populer eksistensinya. Namanya, nasi mandhi atau nasi mandi. Kuliner jenis ini salah satu ciri khasnya adalah menggunakan nasi basmati sebagai menu olahannya.
Selain itu, nasi mandhi juga memiliki ciri khas lain yakni warna nasi kuning dan putih. Warna ini berasal rempah kuning bernama rempah apron. Rempah asli asal Timur Tengah. Hidangan ini punya rasa yang khas dengan dominan gurih dari penggunakan rempah apron tersebut.
Rasa gurih tersebut juga didapat dari proses memasaknya yang unik. Teknik masak tanur, namanya. Teknik tanur terbilang unik karena proses meneteskan bumbu ke nasi dari kambing oven yang digantung di atas nasi yang sedang dimasak di atas bara.
Nah sudah penasaran kan pengen nyoba nasi mandhi. Tapi enggak usah jauh-jauh ke Timur Tengah. Cukup melalui keterampilan tangan Achmad Syarif Akbar, kuliner khas Timur Tengah ini bisa dinikmati di Banyuwangi.
Akbar yang tinggal di Perumahan Villa Bukit Mas ini mulai menggeluti usaha nasi mandhi ini sejak Agustus 2023 lalu. Berawal dari iseng-iseng dengan hobinya yang gemar masak memasak. Dia memutuskan untuk mulai mencoba resep masakan khas Wan Abud ini. Berbekal literatur dan pengetahuannya soal dunia pembumbuan.
Kreasi nasi mandhi pun mulai diuji coba. Hasilnya dia memantapkan untuk mulai menjajakan hasil masakannya ini. Bermodal dari tabungan dan bantuan orang tuanya, dia kemudian memberanikan diri membuka lapak lewat di Banyuwangi Creative Market (BCM) yang digelar tiap akhir pekan.
Tak dinyana nasi mandhi buatannya mendapat sambutan hangat dari konsumennya. Kekuatan nasi mandhi yang disajikannya terletak pada kombinasi lauk yang disediakannya. Nasi mandhi khas Timur Tengah mampu dikomparasikan dengan klop dengan lauk khas Indonesia seperti ayam bakar, suwir, hingga telor.
Selain tentunya dengan tetap menyediakan menu pakem khas nasi mandhi, yakni kambing bakar. Jualannya selalu sold out. Dari jualan per pekan ini. Akbar, mampu membawa pulang sedikitnya Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta.
Produknya diterima, membuat Jojon semakin bersemangat. Dia pun membuka lapaknya di luar jam BCM. Setiap harinya dia menjajakan nasi mandhi buatannya di sekitaran Jalan MT Haryono persisnya sekitaran Naga Bulan Kelurahan Tukang Kayu, Banyuwangi.
Dari jualan nasi mandhi inilah, Akbar kini bisa semakin bernafas lega. Larisnya dagangan membuat dirinya semakin tenang dan nyaman dalam mengikuti bangku perkuliahan. Pasalnya kini dia bisa membiayai secara mandiri biaya perkuliahan yang tengah dijalaninya.
Akbar kini tercatat sebagai mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi jurusan Manajemen Bisnis Semester 2. “Alhamdulillah bisa bayar kuliah secara mandiri lewat usaha sendiri. Ke depan saya ingin punya gerai yang banyak di Banyuwangi,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua BCM Rahmat Hidayat mengatakan, kegiatan tiap akhir pekan diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Selain sisi lainnya sebagai wisata alternatif keluarga.(*)

