SURON.CO, Probolinggo – Sebanyak 40 perwakilan paguyuban UMKM Kelurahan Kademangan, Kota Probolinggo mengikuti giat pembinaan Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK) di Ombass Cafe dan Resto. Mereka adalah pelaku UMKM yang belum memiliki izin P-IRT (Pangan Industri Rumah Tangga).
Lurah Kademangan Bagus Prasetyo menjelaskan, pembinaan ini bertujuan untuk peningkatan kapasitas dan fasilitasi P-IRT bagi UMKM di kelurahannya.
“Insha Allah keluar dari sini juga sudah memiliki pemahaman yang sama. Termasuk kemarin ketua Pokmasnya menjadi salah satu contoh yang akan kita praktikkan, mengurus NIB-nya sebagai UMKM baru. Nanti kita belajar bersama-sama bagaimana mendapatkan P-IRT lewat OSS,” tuturnya.
Sebagai lokasi percontohan Kelompok Disabilitas Kelurahan (KDK), Lurah Bagus mengatakan bahwa kegiatan ini juga menjadi semangat bagi pelaku usaha disabilitas yang turut diundang.
“Cuma ada 6 kelurahan se-Kota Probolinggo yang mendapat kehormatan ini sehingga ini menjadi semangat motivasi kami. Termasuk dalam kegiatan ini ada perwakilan teman-teman difabel yang hadir di sini. Mereka juga memiliki usaha yang kita fasilitasi bareng-bareng nantinya untuk mengurus P-IRT,” ungkapnya.
Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Wawan Soegiyantono Nurkholis dalam sambutannya mengatakan komitmen Pemerintah Kota Probolinggo untuk terus mengembangkan berbagai aspek yang berpengaruh pada pembangunan untuk peningkatan hidup masyarakat luas.
Apresiasi disampaikan untuk Kelurahan Kademangan karena memiliki banyak bibit baru usaha produktif yang memunculkan kekhasan produk di tengah perekonomian yang semakin hebat.
Ia juga bahagia manakala kelurahan ini memiliki alokasi anggaran kelurahan yang juga menyentuh sisi ekonomi. “Apalagi pascapandemi Covid-19, kebangkitan kekuatan ekonomi berbasis masyarakat dan produk lokal harus selalu dimaksimalkan,” ucapnya.
Terkait itu, Wawan mengimbau kepada setiap pemilik usaha agar segera melengkapi izin usahanya. “Selain bicara soal kualitas yang ada, produsen produk lokal juga harus mampu bersaing dari sisi administrasi usaha mikro yang dipunyai karena pasar saat ini juga memperhatikan tentang hal-hal tersebut,” imbaunya.(*)

