Minke.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus mendorong produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menembus pasar internasional. Salah satu langkah strategisnya adalah memfasilitasi ekspor produk makanan olahan, seperti keripik, ke Australia dan Selandia Baru pada akhir Februari 2025.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menjelaskan bahwa rencana ekspor ini sebelumnya dijadwalkan pada Januari, namun ditunda untuk memastikan seluruh persiapan selesai.
“Kami sudah merencanakan ekspor keripik dari UMKM ke New Zealand dan Australia. Paling cepat sekitar akhir Februari karena ada beberapa persiapan yang harus diselesaikan,” kata Eko di Kota Malang, Selasa (28/1/2025).
Produk makanan olahan seperti keripik akan dikirim bersama dengan daun pisang yang nantinya diolah menjadi perlengkapan memasak di kedua negara tersebut. Pengiriman ini direncanakan menggunakan satu kontainer berkapasitas total 25 ton.
“Ada daun pisang juga untuk diolah menjadi perlengkapan memasak di New Zealand dan Australia. Total berat kedua produk mencapai 25 ton,” ujarnya.
Nilai ekspor gabungan dari makanan olahan dan daun pisang tersebut diperkirakan mencapai Rp20 miliar. Produk-produk ini berasal dari lebih dari 100 pelaku UMKM di Kota Malang.
Ekspor makanan olahan pada Februari ini melanjutkan keberhasilan Pemkot Malang memfasilitasi ekspor pelet kayu ke Korea Selatan pada awal tahun 2025.
Eko menegaskan, setiap pelaku UMKM di Kota Malang memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan fasilitas ekspor, selama memenuhi persyaratan seperti surat izin usaha perdagangan (SIUP), nomor induk berusaha (NIB), dan izin edar.
“Kalau sudah terpenuhi dan ada permintaan pasar, kami langsung siapkan semua prosesnya,” tambah Eko.
Pemkot Malang juga berkomitmen mendukung pelaku UMKM agar mampu bersaing di pasar global. Salah satu langkahnya adalah memberikan pelatihan dan pendampingan secara berkala.
Menurut data Diskopindag, Kota Malang memiliki sekitar 48 ribu UMKM yang berpotensi untuk naik kelas. Eko berharap langkah ekspor ini dapat mendorong lebih banyak pelaku usaha lokal untuk berkembang dan memperluas pasar mereka hingga ke luar negeri.
“Kami berharap ini menjadi momentum bagi produk UMKM di Kota Malang untuk naik kelas dan semakin dikenal di pasar internasional,” ujarnya.

