Minke.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan terus berupaya membuka jalan bagi produk olahan UMKM untuk bisa bersaing di pasar yang lebih luas. Tahun ini, Pemkab menargetkan 20 produk UMKM Pamekasan bisa dipasarkan di toko-toko modern, sebuah langkah strategis untuk meningkatkan daya saing dan jangkauan pemasaran pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Bumi Pamelingan.
Kepala Bidang Produktivitas Kerja Diskop UKM dan Naker Pamekasan, Ika Yulia Rakhmawati, menyebut hingga saat ini baru ada 19 produk UMKM yang berhasil dipajang di rak toko modern. Jumlah itu masih jauh dari potensi yang dimiliki Pamekasan, yang memiliki sekitar 75 produk olahan UMKM yang dinilai layak pasar.
“Prosesnya bertahap. Untuk menembus ritel modern itu tidak mudah. Ada banyak persyaratan ketat yang harus dipenuhi oleh pelaku UMKM, mulai dari sertifikasi halal, izin PIRT, BPOM, cita rasa, hingga desain kemasan,” ujar Ika saat diwawancarai, Senin (7/4).
Menurut Ika, dari total produk yang mengikuti proses kurasi tahun ini, hanya 12 produk yang lolos tahap penilaian, dan dua di antaranya belum berhasil memperoleh barcode. Akibatnya, hanya sepuluh produk yang benar-benar berhasil masuk ke toko modern.
Meski tantangannya besar, Ika terus mendorong para pelaku UMKM di Pamekasan untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi. “Inovasi dalam pengolahan, pengemasan, hingga branding harus ditingkatkan. Produk yang biasa saja tidak akan mampu bersaing di rak-rak toko modern,” tambahnya.
Pentingnya pendampingan dan pembinaan berkelanjutan juga disoroti oleh Sekretaris Komisi II DPRD Pamekasan, Moh. Faridi. Ia mengingatkan bahwa langkah mendorong UMKM masuk ke toko modern tidak bisa dilakukan secara instan.
“Perlu pembinaan yang berkelanjutan dan evaluasi berkala. Jangan sampai pelaku UMKM hanya disiapkan sesaat untuk lolos kurasi, tapi tidak didampingi secara konsisten,” tegas Faridi.
Target ambisius ini menjadi sinyal positif bahwa Pemkab Pamekasan ingin menaikkan level UMKM dari pasar tradisional ke pasar modern. Dengan memperbaiki kualitas, perizinan, dan strategi pemasaran, bukan tidak mungkin produk-produk lokal Pamekasan bisa berjaya di panggung nasional—bahkan internasional.

