Minke.id – Dari kota sejuk di lereng Gunung Panderman, sebuah kisah inspiratif tumbuh. PT Arjuna Triple Nine, produsen keripik buah dan sayur asal Kota Batu, baru saja mengukir prestasi membanggakan: mengekspor 360 paket produknya ke Singapura. Bukan sekadar bisnis, ini adalah bukti bahwa UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional—asal diberi ruang, dukungan, dan pendampingan yang tepat.
Momen bersejarah ini dilepas secara simbolis oleh Bea Cukai Malang pada Selasa (8/4/2025). Kepala Kantor Bea Cukai Malang, Gunawan Tri Wibowo, menegaskan bahwa keikutsertaan pihaknya merupakan bagian dari program Klinik Ekspor, yang bertujuan memperkuat ekonomi daerah lewat pengembangan UMKM ekspor.
“Keterlibatan kami adalah bentuk nyata dukungan terhadap perekonomian yang optimal. Klinik Ekspor hadir untuk membina, mengarahkan, dan memberdayakan UMKM agar bisa menembus pasar global,” kata Gunawan.
Tidak sendiri, keberhasilan ekspor keripik ini juga merupakan hasil kolaborasi lintas sektor. Hadir dalam acara pelepasan ekspor tersebut Wali Kota Batu Nurochman, Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto, hingga perwakilan dari Bank Indonesia Malang, Disperindag Jatim, dan perangkat daerah lainnya.
“UMKM Kota Batu punya potensi luar biasa. Misi kami adalah membuka akses pasar selebar-lebarnya, bukan hanya nasional tapi juga internasional,” ujar Nurochman.
Produk-produk keripik buah dan sayur yang diekspor bukan sekadar camilan. Di balik kemasannya, ada tangan-tangan petani lokal, pelaku usaha mikro, dan semangat kota kecil yang ingin dikenali dunia.
Program Klinik Ekspor Bea Cukai Malang kini menjadi salah satu inisiatif yang banyak diapresiasi. Melalui bimbingan teknis, edukasi regulasi ekspor, hingga kemudahan fasilitas, UMKM yang dulu hanya bermain di pasar lokal kini bisa percaya diri mengirim produknya ke luar negeri.
“Kegiatan ekspor ini menunjukkan bahwa UMKM punya potensi besar untuk mendunia. Kami siap memberikan pendampingan maksimal agar lebih banyak UMKM dari Malang Raya menyusul sukses ini,” tambah Gunawan.
PT Arjuna Triple Nine kini menjadi contoh bagaimana produk lokal Indonesia, khususnya keripik buah dan sayur dari Malang, bisa bersaing di pasar luar negeri. Tidak hanya memperluas pasar, kegiatan ini juga membuka lapangan kerja, memberdayakan petani, dan tentu saja memperkuat nama Indonesia di mata dunia.
Ke depan, diharapkan lebih banyak UMKM yang siap ekspor, dibina oleh kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan komunitas bisnis. Dengan dukungan yang berkelanjutan, UMKM Indonesia go global bukan lagi mimpi, tapi kenyataan.

