Minke.id – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini, menghadirkan pengusaha sukses asal Bali, Gusti Ngurah Anom atau lebih dikenal sebagai Ajik Krisna, untuk menggali potensi wisata Trenggalek dan mengkurasi produk UMKM lokal.
Ajik Krisna, yang dikenal sebagai pemilik pusat oleh-oleh ternama Krisna Bali, tiba di Bandara Internasional Juanda dan langsung disambut oleh Novita Hardini bersama suaminya, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin. Keduanya langsung membawa tamu kehormatan ini ke Kabupaten Trenggalek untuk rangkaian kunjungan kerja.
“Ini semua berawal dari aspirasi warga saat saya reses di Prigi. Saya menghubungi sahabat saya, Ajik Krisna, dan hari ini beliau hadir untuk melihat langsung potensi wisata Trenggalek,” ujar Novita.
Revitalisasi Rest Area dan Destinasi Wisata Watulimo
Dalam kunjungan tersebut, Novita juga memaparkan rencana revitalisasi rest area Trenggalek yang telah lama tidak aktif. Upaya ini menjadi bagian dari strategi untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, khususnya di Kecamatan Watulimo, yang terkenal dengan pesona alamnya.
“Kami ingin menghidupkan kembali rest area dan mengeksplorasi beberapa destinasi unggulan di Watulimo yang layak dikembangkan,” tambah Novita.
UMKM Trenggalek Dapat Sorotan Ajik Krisna
Tak hanya sektor wisata, Novita menggandeng Ajik Krisna untuk mengkurasi produk-produk UMKM Trenggalek dalam sebuah forum khusus yang digelar Kamis malam. Produk UMKM akan dinilai langsung dari sisi kualitas, rasa, dan potensi pasar, dengan harapan bisa menembus pasar Bali melalui jaringan Krisna Oleh-Oleh.
“Jam 19.00 nanti malam kita akan kurasi produk UMKM lokal. Kita berharap ada produk yang bisa dikembangkan lebih jauh, bahkan bisa dibina langsung oleh Ajik agar naik kelas dan tetap mempertahankan ciri khas Trenggalek,” terang Novita.
Dorong Kolaborasi dan Pertumbuhan Ekonomi Lokal
Kegiatan ini diharapkan dapat membuka peluang kemitraan strategis antara pelaku UMKM Trenggalek dengan pelaku usaha nasional. Novita menegaskan bahwa kerja sama ini bukan hanya tentang bisnis, tetapi juga bagian dari pemberdayaan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
“Doakan agar langkah kami berkah, halal, dan bermanfaat untuk masyarakat Kabupaten Trenggalek,” pungkas pendiri UPRINTIS Indonesia tersebut.

