Minke.id – Untuk mendorong UMKM menembus pasar global terus diperkuat oleh Bea Cukai melalui berbagai program pendampingan, pelatihan, dan sosialisasi yang dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata pelaku usaha. Dua kegiatan yang berlangsung di Malang dan Tulungagung pada pekan ini menjadi bukti komitmen Bea Cukai dalam membuka akses ekspor seluas-luasnya bagi UMKM, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Di Tulungagung, Bea Cukai Blitar menggelar Sosialisasi UMKM Go Ekspor di Warung Mertua pada akhir pekan lalu. Acara ini dipimpin oleh Kepala Bea Cukai Blitar, Nurtjahjo Budidananto, dengan narasumber dari Bea Cukai Blitar dan KPPN Blitar.
Sosialisasi ini diikuti para pelaku usaha marmer dan batu alam se-Kabupaten Tulungagung—sektor yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Mayoritas peserta merupakan pelaku home industry yang memproduksi kerajinan, ornamen, hingga bahan bangunan seperti lantai dan meja marmer.
Melalui kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penjelasan lengkap mengenai prosedur dan regulasi ekspor, ketentuan kepabeanan, dan fasilitas kemudahan ekspor untuk UMKM.
Bea Cukai Blitar menegaskan akan terus memberikan pendampingan hingga pelaku UMKM benar-benar siap memasuki pasar global. Langkah ini menjadi dorongan besar bagi industri marmer Tulungagung untuk meningkatkan nilai tambah produk dan memperluas pasar.
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo, menekankan bahwa kegiatan tersebut mencerminkan peran Bea Cukai yang tidak hanya berfokus pada pengawasan, tetapi juga aktif dalam membangun ekosistem UMKM ekspor.
“Melalui pendampingan berkelanjutan, Bea Cukai berupaya memastikan bahwa produk lokal dapat bersaing dan menjadi representasi kualitas Indonesia di pasar dunia,” ujar Budi, Senin (17/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa ketika UMKM semakin memahami proses ekspor dan peluang pasar global, dampaknya langsung dirasakan masyarakat melalui peningkatan lapangan kerja, naiknya pendapatan, dan tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di daerah.
Sementara itu, pada Rabu (12/11/2025), Bea Cukai Malang menggelar Export Mentoring Program yang diikuti puluhan pelaku UMKM Malang Raya. Acara dibuka oleh Kepala Kantor Bea Cukai Malang, Johan Pandores, yang menegaskan peran Bea Cukai sebagai fasilitator pertumbuhan ekonomi sekaligus mitra strategis UMKM menuju ekspor.
Sesi pertama menghadirkan Fernandez Raymond, pengusaha sekaligus trainer PPEJP Kemendag. Ia memberikan strategi praktis menarik perhatian buyer dalam business matching, termasuk teknik presentasi produk, cara membuat penawaran menarik, serta taktik negosiasi.
Di sesi berikutnya, Anggri Sartika Wiguna, Fasilitator Klinik Ekspor Bea Cukai Malang, memberikan tes psikologi sederhana untuk membantu peserta memahami mentalitas dan ketangguhan diri sebagai calon eksportir. Pendekatan ini membuat peserta tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga lebih percaya diri menghadapi pasar global.
Dari dua kegiatan tersebut, tampak jelas bahwa pelatihan dan pendampingan Bea Cukai memberikan dampak langsung bagi pelaku usaha. Pemahaman terhadap kebutuhan buyer, ketentuan ekspor, dan kesiapan mental menjadi modal penting bagi UMKM untuk naik kelas ke level global.
Melalui program berkelanjutan di berbagai daerah, Bea Cukai menegaskan misinya: mengantarkan produk lokal Indonesia menuju pasar dunia, sekaligus menciptakan manfaat jangka panjang bagi perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat.

