Minke.id – Program e-Bakul Bojonegoro yang diinisiasi Bupati Setyo Wahono sejak akhir Agustus 2025 terus menunjukkan performa mengesankan. Platform digital yang menghubungkan aparatur sipil negara (ASN) dengan pelaku UMKM Bojonegoro ini sukses mencatat puluhan ribu transaksi hanya dalam waktu dua bulan.
Berdasarkan data resmi pengelola e-Bakul, sepanjang September 2025 terjadi 28.839 transaksi dengan nilai mencapai Rp 3,36 miliar. Pada Oktober 2025, jumlah transaksi sedikit menurun menjadi 25.961 kali, namun nilai transaksinya justru naik menjadi Rp 3,67 miliar.
Jika digabung, total transaksi dua bulan pertama pelaksanaan e-Bakul mencapai 54.800 kali dengan nilai akumulasi sekitar Rp 7 miliar.
Kepala Bagian Organisasi Setda Bojonegoro selaku pengelola e-Bakul, Dyah Enggarini Mukti, menegaskan capaian tersebut menunjukkan antusiasme tinggi ASN maupun pelaku UMKM.
“Jika dikalkulasi, nilai transaksi e-Bakul sudah tembus Rp7 miliar dalam dua bulan,” jelas Enggar, Senin (17/11/2025).
Program ini melibatkan 9.212 pelaku UMKM, mayoritas merupakan usaha mikro dan ultra mikro. Para pelaku usaha menawarkan beragam produk seperti makanan, minuman, pakaian, kerajinan, hingga layanan jasa.
Enggar menyebut, konsep e-Bakul sederhana tetapi efektif: mendata dan mendorong belanja rutin ASN kepada UMKM lokal. Konsep ini menciptakan permintaan yang stabil sehingga omzet pelaku UMKM meningkat secara berkelanjutan.
Berdasarkan data BKPP, jumlah ASN Pemkab Bojonegoro mencapai 16.695 orang, terdiri dari 7.178 PNS, dan 9.517 PPPK.
Sejak awal September 2025, seluruh ASN diwajibkan menyisihkan sebagian gaji atau tunjangan untuk berbelanja produk lokal melalui e-Bakul. Kebijakan ini dirancang sebagai bentuk gotong royong digital untuk memperkuat ekonomi masyarakat, terutama sektor UMKM.
Program e-Bakul memberikan beberapa manfaat strategis, antara lain meningkatkan perputaran uang di Bojonegoro, mendorong kenaikan omzet pelaku UMKM, memperluas lapangan pekerjaan baru, dan menguatkan ekosistem belanja lokal berbasis digital.
Enggar menyatakan bahwa dengan sistem yang terus diperbaiki, e-Bakul berpeluang menjadi salah satu model penguatan UMKM paling efektif di tingkat daerah.
“Dengan begitu, tercipta permintaan yang stabil dan memicu omzet UMKM naik secara konsisten,” terangnya.
Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap UMKM dapat tumbuh lebih cepat dan lebih kuat. Selain menambah pendapatan, e-Bakul juga meningkatkan literasi digital pelaku usaha sehingga mereka lebih siap memasuki pasar online yang lebih luas.
Program e-Bakul menjadi bukti bahwa kolaborasi digital antara pemerintah dan masyarakat bisa menciptakan dampak ekonomi signifikan dalam waktu singkat.

