iniSO.co – Sepanjang tahun 2025, Bea Cukai Gresik menegaskan perannya sebagai trade facilitator dan community protector melalui kinerja terukur, kolaborasi lintas sektor, serta kebijakan fiskal dan pengawasan yang berdampak langsung bagi perekonomian daerah maupun nasional.
Berbagai capaian strategis berhasil dicatatkan, mulai dari optimalisasi penerimaan negara, pengawalan industri strategis, pemberdayaan UMKM, hingga penegakan hukum yang berkeadilan. Seluruh capaian tersebut menjadi bukti nyata kontribusi Bea Cukai Gresik dalam menjaga stabilitas fiskal sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Dari sisi penerimaan negara, Bea Cukai Gresik berhasil merealisasikan target penerimaan dari sektor cukai, bea masuk, dan bea keluar dengan capaian yang melampaui target yang ditetapkan. Kinerja ini mencerminkan efektivitas pengawasan serta meningkatnya kepatuhan pelaku usaha terhadap regulasi kepabeanan dan cukai.
Capaian tersebut sekaligus memperkuat peran Bea Cukai sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas fiskal negara.
Penguatan sektor industri menjadi fokus utama sepanjang 2025. Bea Cukai Gresik mengawal pemanfaatan fasilitas Kawasan Berikat dengan total nilai mencapai Rp1,06 triliun, yang terdiri dari penangguhan bea masuk sebesar Rp213,99 miliar, pembebasan PPN sebesar Rp685,47 miliar, dan pembebasan PPh sebesar Rp160,87 miliar.
Pengawalan tersebut berkontribusi terhadap devisa ekspor senilai Rp188,68 triliun serta membuka lapangan kerja bagi 20.241 tenaga kerja.
Dukungan terhadap kawasan industri strategis juga diwujudkan melalui pengawalan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik. Sepanjang 2025, nilai fasilitas perpajakan di KEK Gresik tercatat lebih dari Rp396 miliar dan berhasil mendorong devisa ekspor hingga Rp17 triliun.
KEK Gresik juga memberikan manfaat langsung bagi 1.091 tenaga kerja WNI, sekaligus memperkuat posisinya sebagai motor pertumbuhan ekonomi regional dan nasional.
Komitmen terhadap pertumbuhan ekonomi inklusif tercermin melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Melalui sinergi program Klinik Ekspor, Bea Cukai Gresik berhasil mendampingi 11 UMKM produk unggulan lokal menembus pasar internasional dari total 38 UMKM binaan sejak 2021.
Program ini menjadi instrumen strategis pemerintah dalam mendorong UMKM naik kelas, meningkatkan kapasitas ekspor, dan memperluas kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional.
Kolaborasi dengan industri strategis juga terlihat dalam pengawalan ekspor nasional bernilai tambah. Vice President External Affairs Smelter PT Freeport Indonesia, Erika Silva, mengapresiasi peran aktif Bea Cukai Gresik dalam mengawal ekspor perdana katoda tembaga pada 2025.
“Kami berharap sinergi dan kolaborasi ini terus terjaga di tahun 2026,” ujar Erika Silva.
Apresiasi juga datang dari Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, atas kolaborasi antara Satpol PP Pemkab Gresik dan Bea Cukai Gresik dalam upaya pengawasan sepanjang 2025.
Di bidang pengawasan dan penegakan hukum, Bea Cukai Gresik mencatat kinerja signifikan dengan mengamankan lebih dari 27 juta batang rokok ilegal serta 880 liter minuman mengandung etil alkohol ilegal sepanjang 2025.
Penindakan dilakukan dengan pendekatan restorative justice, yang tidak hanya menegakkan hukum tetapi juga memberikan nilai manfaat sebesar Rp1,15 miliar, sekaligus mengedepankan edukasi dan keadilan sosial.
Transformasi digital menjadi agenda penting Bea Cukai Gresik melalui pengembangan layanan persuratan daring serta perizinan transaksional TPB dan Bongkar Timbun. Inovasi ini bertujuan meningkatkan kecepatan, kepastian, dan transparansi pelayanan publik.
Hasilnya, survei kepuasan pengguna jasa sepanjang 2025 mencatat Indeks Kepuasan Pengguna Jasa sebesar 3,944 dari skala 4, dengan kategori sangat puas.
Menutup rangkaian kinerja 2025, Kepala Kantor Bea Cukai Gresik, Asep Munandar, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan atas sinergi dan kepercayaan yang terjalin.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, pengawasan, serta kontribusi terhadap penerimaan negara dan pertumbuhan ekonomi nasional,” tegas Asep.

