iniSO.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur, terus mempercepat penguatan ekonomi daerah dengan mengintegrasikan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui digitalisasi dan hilirisasi berbasis potensi lokal. Strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat.
Bupati Lumajang Indah Amperawati menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang berkualitas harus bertumpu pada sektor unggulan daerah serta transformasi berbasis teknologi.
“Kami mempercepat langkah penguatan pertumbuhan ekonomi daerah melalui strategi yang berfokus pada sektor unggulan, peningkatan nilai tambah, serta percepatan transformasi digital,” kata Indah dalam keterangannya di Lumajang, Selasa (24/2/2026).
Menurutnya, penguatan ekonomi tidak hanya mengejar angka pertumbuhan, tetapi juga harus mampu menciptakan dampak nyata bagi ketahanan ekonomi masyarakat.
“Sektor unggulan daerah harus dikelola secara berkelanjutan agar pertumbuhan tidak hanya meningkat secara angka, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat,” tuturnya.
Sektor pertanian menjadi prioritas utama karena masih menjadi tulang punggung ekonomi Lumajang. Penguatan dilakukan melalui peningkatan produktivitas, pemanfaatan teknologi modern, serta pengembangan hilirisasi agar produk pertanian memiliki nilai jual lebih tinggi.
“Dengan pendekatan tersebut, petani tidak hanya berperan sebagai produsen bahan mentah, tetapi juga bagian dari rantai ekonomi yang lebih bernilai,” ujarnya.
Selain pertanian, sektor pariwisata juga didorong sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru. Peningkatan kunjungan wisata diyakini mampu menciptakan efek berganda terhadap sektor transportasi, akomodasi, kuliner, hingga pelaku UMKM lokal.
“Ketika pariwisata tumbuh, ekonomi masyarakat ikut bergerak. Itulah efek ganda yang harus kami perkuat,” kata bupati yang akrab disapa Bunda Indah itu.
Transformasi digital menjadi agenda strategis lainnya untuk memperluas akses pasar UMKM, meningkatkan efisiensi usaha, serta memperkuat sistem distribusi dan rantai pasok. Digitalisasi dinilai mampu membantu pelaku usaha menjangkau pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan daya saing di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang.
Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor perbankan, pelaku usaha, dan lembaga pendukung menjadi kunci utama percepatan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
“Kami ingin membangun ekonomi yang inklusif, adaptif, dan tahan terhadap berbagai tantangan,” ujarnya.
Melalui penguatan sektor unggulan dan transformasi ekonomi berbasis teknologi tersebut, Pemkab Lumajang menargetkan pertumbuhan ekonomi yang stabil sekaligus mampu membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat kemandirian ekonomi daerah.

