iniSO.co – Kampoeng Ramadhan Mojopahit kembali digelar di GOR Seni Majapahit, Kota Mojokerto. Event Ramadan tahunan ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Mojokerto bersama para pelaku event organizer (EO) dan berlangsung selama 16 hari, mulai 27 Februari hingga 14 Maret 2026.
Kampoeng Ramadhan Mojopahit 2026 menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari bazar UMKM dan kuliner viral, aneka lomba, hingga pentas kesenian Islami. Event ini dirancang sebagai ruang penggerak ekonomi, hiburan keluarga, sekaligus penguatan pariwisata halal di Kota Mojokerto selama bulan suci Ramadan.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, yang akrab disapa Ning Ita, menyampaikan apresiasi atas sinergi antara Pemkot Mojokerto dan pelaku EO dalam penyelenggaraan Kampoeng Ramadhan Mojopahit tahun ini.
“Semua operasional dikelola oleh teman-teman EO. Pemkot Mojokerto diuntungkan dari sisi PAD karena mereka membayar retribusi sewa GOR Seni Majapahit selama 15 hari, ditambah retribusi parkir,” ujar Ning Ita kepada wartawan, Jumat (27/2/2026).
Ia menegaskan, kolaborasi ini mencerminkan pola kemitraan yang saling menguntungkan antara pemerintah daerah dan sektor swasta, sekaligus mendorong geliat ekonomi masyarakat.
Kampoeng Ramadhan Mojopahit di GOR Seni Majapahit melibatkan 130 pelaku UMKM, khususnya di sektor kuliner. Selain bazar, pengunjung juga disuguhi pentas kesenian Islami, pengajian akbar Nuzulul Quran, parade fashion anak dan dewasa, wahana bermain anak, serta pentas religi bersama Cak Shodiq.
Beragam lomba turut memeriahkan agenda Ramadan ini, di antaranya lomba memasak, lomba tahfidz, hadrah, kreasi tari Islami, lomba mewarnai dan menggambar, pildacil, olimpiade mata pelajaran tingkat TK, SD, dan SMP, hingga lomba masak antar chef.
Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kota Mojokerto, Ani Wijaya, menjelaskan bahwa lomba masak digelar selama empat hari, yakni 27–28 Februari serta 1 dan 14 Maret 2026.
Setiap hari, lomba ini diikuti oleh 100 emak-emak dari Kecamatan Magersari, Kranggan, dan Prajurit Kulon. Total produksi makanan mencapai 4.000 porsi, yang kemudian dibagikan gratis kepada masyarakat di Pendapa Pemkot Mojokerto.
“Lomba ini gratis. Peserta hanya membawa bumbu dan topping. Kami ingin memberi semangat kepada emak-emak untuk berbagi lewat masakan mereka,” terang Ani.
Pemenang lomba masak tingkat kecamatan akan diadu dengan para chef dari SPPG, restoran, dan hotel pada 14 Maret 2026. Pemkot Mojokerto juga mengundang chef dari berbagai daerah untuk meramaikan kompetisi tersebut.
Menurut Ani, Kampoeng Ramadhan Mojopahit merupakan bagian dari program One OPD One Event yang diinisiasi Wali Kota Mojokerto. Event akbar ini ditargetkan mampu menarik ribuan wisatawan dari luar daerah.
“Harapannya, kunjungan wisatawan meningkat sehingga semakin banyak uang yang masuk ke Kota Mojokerto. Prinsipnya untuk menunjang pariwisata halal,” tandasnya.

