iniSO.co – Pisang cavendish kini mulai menjadi primadona baru di sektor pertanian. Selain memiliki nilai jual tinggi, permintaan pasar terhadap buah ini terus meningkat, baik untuk konsumsi lokal maupun distribusi ke luar daerah. Di balik pertumbuhan usaha pisang cavendish tersebut, kehadiran agen BRILink ikut memperkuat ekosistem bisnis para pelaku UMKM di desa.
Salah satu pelaku usaha, Ahmad Fauzi (38), warga Kecamatan Kalitidu, mengaku mulai menanam pisang cavendish sejak dua tahun lalu. Awalnya, ia hanya mencoba menanam di lahan terbatas. Namun, karena permintaan pasar yang stabil, kebunnya kini terus diperluas.
Menurut Fauzi, kendala terbesar yang sempat dihadapi adalah urusan transaksi keuangan dengan pembeli dari luar kota. Sebelum ada layanan BRILink, pembayaran sering terlambat karena harus dilakukan melalui transfer bank dengan akses yang cukup jauh.
“Dulu pembayaran sering tertunda karena harus lewat transfer bank dan aksesnya jauh. Sekarang lebih mudah sejak ada BRILink di desa,” ujar Ahmad Fauzi.
Keberadaan BRILink memberikan solusi praktis bagi petani dan pelaku usaha pisang cavendish. Layanan seperti transfer, setor tunai, hingga tarik tunai membuat transaksi menjadi lebih cepat, aman, dan efisien.
Kini, pembeli dari luar daerah juga dapat langsung melakukan pembayaran tanpa harus datang ke lokasi. Kondisi ini membuat usaha pisang cavendish semakin berkembang karena arus transaksi berjalan lebih lancar.
Tidak hanya petani, agen BRILink setempat juga merasakan dampak positif dari meningkatnya usaha pisang cavendish. Volume transaksi disebut naik signifikan, terutama saat musim panen tiba.
“Kalau musim panen, transaksi bisa naik signifikan. Petani banyak yang transfer hasil penjualan atau ambil uang untuk kebutuhan operasional,” kata Khasan, salah satu agen BRILink.
Selain mempermudah transaksi, akses layanan keuangan juga membantu pelaku usaha mengatur arus kas dengan lebih baik. Pencatatan keuangan menjadi lebih rapi sehingga petani dapat merencanakan pengembangan usaha secara matang, mulai dari menambah jumlah bibit, memperluas lahan, hingga meningkatkan kualitas hasil panen.
Khasan menilai program BRILink menjadi bagian penting dari upaya inklusi keuangan yang menjangkau masyarakat hingga pelosok desa.
“Kolaborasi ini tidak hanya mempercepat transaksi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berbasis potensi unggulan seperti pisang cavendish,” jelasnya.
Dengan dukungan akses keuangan yang semakin mudah, usaha pisang cavendish diperkirakan akan terus berkembang dan mampu menembus pasar yang lebih luas. Sinergi antara petani dan BRILink menjadi contoh nyata bagaimana layanan keuangan dapat mendorong kemandirian ekonomi desa berbasis pertanian.

