iniSO.co – Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menekankan pentingnya digitalisasi sebagai solusi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam menekan biaya produksi yang terus meningkat akibat lonjakan harga plastik.
Hal tersebut disampaikan saat memimpin Program Bahana Bersahaja di Desa Bancong, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, Rabu (15/4/2026). Menurutnya, penguatan pemasaran berbasis digital menjadi langkah strategis agar UMKM tetap kompetitif tanpa terbebani biaya operasional tinggi.
“Marketing itu sangat dibutuhkan. Makanya kami latih digitalisasi dalam pemasaran. Dengan TikTok dan media sosial lainnya, teman-teman UMKM bisa memasarkan produknya tanpa harus ke mana-mana. Dari rumah sudah bisa,” ujar Hari Wur, sapaan akrabnya.
Ia menjelaskan, pemanfaatan platform digital, khususnya marketplace, mampu memangkas biaya promosi dan distribusi. Bahkan, pelaku UMKM tidak lagi harus menyewa kios untuk menjual produk mereka.
“Kalau biaya tinggi, otomatis harga naik. Tapi kalau promosi bisa dilakukan dari rumah, biaya bisa ditekan dan harga tetap terjangkau,” imbuhnya.
Selain digitalisasi, Pemerintah Kabupaten Madiun juga mendorong pelaku UMKM untuk mulai beralih ke kemasan ramah lingkungan berbahan alami guna mengurangi ketergantungan pada plastik.
Menurut Hari, kondisi global, termasuk konflik di Timur Tengah, turut memengaruhi lonjakan harga bahan baku plastik. Jika situasi global belum stabil, harga plastik berpotensi terus mengalami kenaikan.
Di sisi lain, Pemkab Madiun memberikan kemudahan bagi pelaku UMKM dari sisi legalitas dan permodalan. Ia memastikan bahwa pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) kini dapat dilakukan secara gratis.
Tak hanya itu, pemerintah daerah juga menjalin kerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan untuk mempermudah proses perizinan edar produk UMKM.
“NIB tanpa biaya, kemudian untuk BPOM kita sudah kerja sama. Jadi produk UMKM kita dijamin aman,” terangnya.
Dengan adanya jaminan keamanan produk tersebut, diharapkan kepercayaan konsumen meningkat dan mampu mendorong kenaikan omzet pelaku UMKM. Pada akhirnya, langkah ini diyakini dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Madiun.

