iniSO.co – Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono (BHS), menilai pelaksanaan Car Free Day (CFD) Sidoarjo di Alun-Alun Sidoarjo menjadi penggerak penting pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM Sidoarjo.
Penilaian itu disampaikan BHS saat meninjau langsung tingginya antusiasme warga yang memadati kawasan CFD setiap akhir pekan. Menurutnya, aktivitas yang berlangsung di ruang publik tersebut tidak hanya menjadi sarana olahraga dan rekreasi, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi usaha mikro, kecil, dan menengah.
“Saya mengapresiasi masyarakat Sidoarjo yang meramaikan CFD untuk pelaku UMKM di alun-alun. Ini luar biasa, bisa menumbuhkan ekonomi di wilayah Sidoarjo,” ujar BHS.
Menurut Bambang Haryo, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan Car Free Day Sidoarjo telah berkembang menjadi ruang publik produktif yang memberi dampak langsung terhadap perputaran ekonomi lokal. Kehadiran pedagang dan pelaku UMKM dinilai menjadi bukti aktivitas CFD mampu mendorong ekonomi kerakyatan.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sidoarjo yang dinilai berhasil menghidupkan kawasan alun-alun sebagai pusat kegiatan warga. Dukungan pemerintah daerah disebut menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan CFD sebagai ruang sosial dan ekonomi.
“Pemerintah kabupaten cukup baik. Bupati dan Wakil Bupati juga mendukung, sehingga alun-alun ini ramai dimanfaatkan masyarakat untuk berkumpul,” katanya.
Selain menyoroti dampak ekonomi, BHS juga menekankan pentingnya peningkatan fasilitas pendukung, terutama terkait kebersihan lingkungan di kawasan Alun-Alun Sidoarjo. Ia menilai penyediaan tempat sampah terpilah perlu diperbanyak agar pengelolaan sampah lebih optimal seiring tingginya jumlah pengunjung.
Menurutnya, sistem pemilahan sampah organik, non-organik, dan bahan daur ulang perlu diterapkan sebagai bagian dari tata kelola ruang publik modern.
“Saya lihat pengunjung sudah tertib dan kondisi masih bersih, tetapi tempat sampah perlu diperbanyak. Harus ada pemilahan antara organik, non-organik, dan yang dapat didaur ulang agar bisa dimanfaatkan secara maksimal,” ujarnya.
BHS menegaskan, CFD Sidoarjo berpotensi menjadi model pengembangan ekonomi rakyat berbasis ruang publik jika didukung penataan yang baik, termasuk aspek kebersihan, kenyamanan, dan pemberdayaan UMKM secara berkelanjutan.
Keberadaan UMKM di Car Free Day Sidoarjo dinilai tidak hanya menopang ekonomi warga kecil, tetapi juga memperkuat daya tarik kawasan alun-alun sebagai pusat interaksi sosial dan ekonomi masyarakat.
Dengan antusiasme warga yang terus meningkat, BHS berharap CFD Sidoarjo terus dikembangkan sebagai ruang publik yang sehat, produktif, sekaligus berdampak bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Pemerataan fasilitas, termasuk kebersihan dan dukungan untuk UMKM, disebut menjadi kunci agar manfaat CFD semakin luas dirasakan masyarakat.

