iniSO.co – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur memperkuat pengembangan ekonomi kreatif sebagai motor penggerak sektor pariwisata sekaligus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas melalui Festival Inovasi Produk Daya Tarik Wisata dalam rangka Pameran Kopi dan Ekonomi Kreatif 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari di Lapangan Atletik Universitas Negeri Surabaya (Unesa) tersebut menjadi wadah promosi produk unggulan daerah sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM memperluas pasar, membangun kemitraan, serta meningkatkan daya saing produk lokal.
Kepala Bidang Pemasaran dan Kelembagaan Ekonomi Kreatif Disbudpar Jawa Timur, Ali Afandi, mengatakan sebanyak 20 tenant UMKM dari Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo ikut meramaikan festival dengan menampilkan beragam produk unggulan, mulai dari kopi Nusantara, teh, cokelat, makanan olahan, hingga aneka camilan hasil kreasi pelaku usaha lokal.
“Festival ini diharapkan mampu meningkatkan interaksi antara pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, para pelaku industri kreatif memiliki kesempatan memperluas jejaring sekaligus memperkuat daya saing produk yang mereka hasilkan,” kata Ali, Minggu (5/7/2026).
Menurutnya, festival tidak hanya berfungsi sebagai ajang pameran, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan pelaku usaha dengan masyarakat, mitra bisnis, dan pemerintah guna menciptakan peluang kerja sama yang lebih luas.
Ali menegaskan, penguatan ekonomi kreatif merupakan bagian penting dalam mendukung pertumbuhan sektor pariwisata Jawa Timur. Produk-produk lokal yang dipamerkan merupakan hasil inovasi pelaku usaha daerah yang memiliki potensi menembus pasar nasional hingga internasional.
Meski demikian, ia mengakui pelaku UMKM masih menghadapi berbagai tantangan, di antaranya peningkatan kapasitas produksi, penguatan kualitas produk, serta kemampuan bersaing di tengah pasar yang semakin kompetitif.
Karena itu, Disbudpar Jawa Timur mendorong sinergi antara pemerintah, DPRD, pelaku usaha, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan agar industri kreatif di Jawa Timur mampu berkembang secara berkelanjutan.
“Semoga kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga menjadi tonggak kemajuan industri kreatif di Jawa Timur. Dengan sinergi yang kuat, kita optimistis Jawa Timur mampu menjadi daerah yang maju, mandiri, dan berdaya saing global,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu peserta pameran, Bayu Prasetya, pemilik UMKM Kopi Desa dengan merek Nerscoff, mengapresiasi penyelenggaraan festival tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi kesempatan strategis untuk memperkenalkan kekayaan kopi Nusantara sekaligus memperluas jangkauan pasar.
“Kami memperkenalkan produk biji kopi dari berbagai daerah di Indonesia. Tidak ada biji kopi dari luar negeri, semuanya merupakan kopi lokal, termasuk minuman kopi filter berbahan Arabika,” kata Bayu.
Ia menambahkan, pengunjung dapat mengenal karakter cita rasa kopi Nusantara secara langsung melalui berbagai varian kopi yang tersedia di gerainya.
“Hampir seluruh jenis kopi Nusantara tersedia di gerai kami sehingga masyarakat memiliki banyak pilihan sesuai karakter rasa yang diinginkan. Festival seperti ini sangat membantu memperkenalkan kopi lokal kepada masyarakat yang lebih luas,” pungkasnya.

