iniSO.co – Bea Cukai Malang terus memperkuat pendampingan bagi UMKM berorientasi ekspor guna meningkatkan daya saing produk lokal di pasar internasional. Melalui program asistensi dan pembinaan, pelaku usaha didorong memperluas akses ekspor sekaligus memperkuat kesiapan usaha agar mampu bersaing secara berkelanjutan di pasar global.
Pendampingan tersebut dilakukan kepada dua UMKM potensial di Kota Malang, yakni Restu Sayur Malang dan Tlogomas Jok, pada awal Juli 2026.
Pada Rabu (1/7/2026), Bea Cukai Malang melaksanakan asistensi ekspor kepada Restu Sayur Malang yang berlokasi di Jalan Tlogo Al Kautsar, Kota Malang. Kegiatan dibuka Pemeriksa Bea dan Cukai Pertama Agnita Adityawardani dan diterima langsung oleh Owner Restu Sayur, Emy Widyawati Marstutik.
Restu Sayur merupakan UMKM yang memproduksi aneka sayuran segar dan olahan hasil pertanian. Sejumlah produk unggulannya, seperti GINCO, Jahe Kacang Karamel, JiJeP, Marning, olahan jagung manis, hingga Rampizzzz berbahan pisang raja, telah berhasil menembus pasar Malaysia.
Hasil asistensi menunjukkan Restu Sayur memiliki kesiapan yang baik untuk menjalankan ekspor secara berkelanjutan. Hal itu didukung legalitas usaha yang lengkap, kapasitas produksi yang memadai, serta ketersediaan bahan baku yang terjamin.
Sehari berselang, Kamis (2/7/2026), Bea Cukai Malang kembali memberikan asistensi kepada Tlogomas Jok, produsen jok kendaraan dan perlengkapan otomotif asal Kota Malang.
Kunjungan tersebut dipimpin Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Malang, Pitoyo Pribadi, dan disambut Aris Yusuf Maulana, putra pemilik usaha.
Aris mengungkapkan peluang ekspor pertama diperoleh melalui media sosial Facebook, ketika produknya menarik perhatian pembeli dari Timor-Leste.
Seiring berkembangnya usaha, Tlogomas Jok kini memanfaatkan program Shopee Ekspor untuk memperluas jangkauan pemasaran ke berbagai negara.
Selain itu, keikutsertaan dalam Export Mentoring Program Bea Cukai Malang 2022–2023 menjadi salah satu faktor penting yang mendorong peningkatan kapasitas usaha. Melalui program tersebut, perusahaan memperoleh pendampingan mengenai prosedur ekspor, pemetaan kebutuhan pasar global, hingga strategi memperluas jaringan bisnis internasional.
Bea Cukai Malang menilai pendampingan yang berkelanjutan menjadi salah satu langkah strategis untuk menciptakan lebih banyak UMKM yang mampu bersaing di pasar ekspor.
Keberhasilan UMKM menembus pasar internasional tidak hanya meningkatkan nilai tambah produk lokal, tetapi juga membuka peluang kerja, memperluas pasar industri daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Kisah sukses Restu Sayur dan Tlogomas Jok menjadi bukti bahwa produk lokal Indonesia memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar global apabila didukung inovasi, legalitas usaha yang kuat, serta pendampingan ekspor yang berkesinambungan.
Dengan memperluas akses pembinaan kepada pelaku usaha, Bea Cukai Malang berharap semakin banyak UMKM di wilayah Malang Raya yang mampu naik kelas dan menjadikan ekspor sebagai motor pertumbuhan bisnis di masa mendatang.

