SURON.CO. Batu – Para pelaku UMKM kuliner bisa memastikan keamanan pangannya dengan inovasi Jatim Trusted Culinary (Jatim Truly). Upaya ini disertai dengan sosialisasi oleh Diskumdag, Dinkes Kota Batu, serta Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Jawa Timur.
Sosialisasi Jatim Truly diberikan terkait keamanan makanan kepada pedagang yang menjalankan usahanya di Alun-Alun Kota Batu. Sosialisasi ini dilaksanakan karena masih adanya temuan zat pencemar pada bahan makanan serta obat yang membahayakan saat dikonsumsi.
Kepala BPOM Jawa Timur Rustyawati menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kepada masyarakat terkait edar obat dan makanan. Diharapkan mampu melindungi diri sendiri dan orang lain yang mengonsumsi.
“Jadi, ini bertujuan supaya pengetahuan masyarakat meningkat terkait edar makanan. Supaya, mampu melindungi diri kita sendiri. Bisa memilih makanan mana yang bisa atau tidak boleh dikonsumsi,” terangnya.
Setelah kegiatan tersebut, tambahnya, harus ada komitmen dari pelaku usaha. Meski demikian, keamanan pangan sebenarnya menjadi tanggung jawab semuanya. Mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat.
Menurut dia, dengan Pendampinganya terhadap PKL di Alun-Alun Kota Batu, supaya kulinernya dijamin aman. “Kuliner kita jamin untuk aman. Tetapi, tidak menjamin 100 persen. Ini tergantung komitmen pelaku usaha. Setidaknya kita mengawali melakukan pendampingan memberikan pengetahuan, sehingga mereka (pedagang) melakukan praktik yang aman,” tuturnya.
Oleh sebab itu, ditegaskan Rustyawati, inovasi tersebut dikembangkan oleh pemerintah daerah setempat. Mengingat, Kota Batu merupakan daerah pariwisata. Sedangkan, nantinya tidak hanya di alun-alun tetapi wilayah lain di Kota Batu, wajib mengetahui terkait aspek keamanan makanan. “Kami berharap, pemerintah Kota Batu untuk mereplikasi menyebarluaskan ke wilayah yang lain,” tegasnya.
Sekedar diketahui, berdasarkan catatan BPOM Jawa Timur, tahun 2022 melalui program prioritas nasional, telah selesai melakukan pendampingan makanan sehat di dua desa di Kota Batu. Yaitu Desa Punten dan Desa Mojorejo. Kemudian, untuk 6 sekolah, yaitu, SDN 1 Ngaglik, SDN 1 Mojorejo, SDN 1 Punten, SMPN 1, SMPN 3 SMPN 6, serta satu pasar, yaitu Pasar Besar Kota Batu yang direlokasi.(*)

