SURON.CO, Tuban – Anggota DPRD Jawa Timur Agung Supriyanto meminta Pemprov Jatim untuk memperhatikan keberadaan UMKM. Khususnya terkait mekanisme untuk mendapatkan bantuan modal dari perbankan milik Pemprov Jatim.
Anggota DPRD Jatim dari Daerah Pemilihan Bojonegoro-Tuban menggelar reses di Semanding, Kabupaten Tuban. Ia banyak menyampaikan aspirasi terkait sulitnya pelaku UMKM mendapatkan bantuan permodalan.
“Tadi kita dengar masyarakat Semanding. Mereka pelaku UMKM sulit untuk mendapatkan pinjaman modal karena belum bankable. Imbasnya mereka banyak yang lari ke rentenir. Ini khan cukup disayangkan,” ujar anggota Komisi C DPRD Jatim ini, Kamis (20/7).
Menurut pria asli Tuban, UMKM terjerat rentenir itu seharusnya tidak terjadi mengingat di Pemprov Jatim, ada dua BUMD yang seharusnya bisa menampung persoalan mereka,yakni Bank Jatim dan Bank BPR UMKM. Belum lagi ditambah adanya Dana Bergulir (Dagulir) yang ada di organisasi perangkat daerah (OPD).
“Seharusnya ini bisa ditangani bila ada kemauan dari pemegang kebijakan akan permodalan untuk UMKM. Mengingat, dana yang ada cukup bila ini benar benar disalurkan dengan benar,” ungkap Agung.
Alasan terkait UMKM yang belum bankable, menurut Agung, tidak harus menjadi hambatan untuk mendapatkan bantuan modal. Sebab, ia yakin UMKM malah akan lebih tertib untuk mengembalikan pinjaman modal itu.(*)

