Minke.id – Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) serta kelompok perempuan akar rumput yang menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Menurutnya, UMKM membutuhkan dukungan konkret di tengah tekanan fiskal daerah yang saat ini masih menjadi tantangan.
Momen peringatan Hari Ulang Tahunnya ke-35 dimanfaatkan Novita untuk kembali menyampaikan tekad perjuangannya. Dalam acara Tasyakuran bersama UMKM, Penggerak PKK, dan Relawan Perempuan di Trenggalek, Minggu (23/11/2025), ia menyebut ulang tahunnya sebagai wujud cinta kepada masyarakat.
“Resolusi saya sederhana, yaitu lebih sehat, karena perjuangan ke depan tidak akan mudah. Untuk terus berjuang, dibutuhkan tubuh yang kuat,” ujar Novita.
Novita menilai bahwa ketahanan ekonomi daerah sangat bergantung pada penguatan kapasitas pelaku usaha kecil. Ia berharap kondisi fiskal daerah segera pulih agar ruang gerak UMKM bisa kembali leluasa dalam meningkatkan produktivitas.
“Saya berdoa semoga Tuhan memberikan keajaiban. Fiskal daerah bisa pulih, dan ekonomi lokal kembali bergerak,” jelas politisi PDI Perjuangan tersebut.
Menurutnya, UMKM dan perempuan akar rumput adalah fondasi sosial dan ekonomi yang perlu diperjuangkan secara konsisten, termasuk melalui pelatihan, akses teknologi, pendampingan usaha, dan kemudahan permodalan.
Peny Mulyadi, istri Mantan Bupati Trenggalek Mulyadi WR, turut hadir memberikan doa dan dukungan. Ia menyebut Novita sebagai sosok yang konsisten mengabdi sejak jauh sebelum menjabat, terutama dalam pemberdayaan perempuan.
“Novita memiliki komitmen yang tidak pernah berubah. Ia adalah perempuan pekerja keras yang peduli pada rakyat kecil,” ungkap Peny.
Suami Novita sekaligus Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, turut memberikan ucapan dan dukungan emosional untuk istrinya.
“Dalam hidup saya, beliau adalah definisi sempurna dan kebahagiaan sejati,” ucapnya, disambut haru para tamu undangan.
Ia menutup sambutannya dengan sebuah pantun doa, sebagai simbol dukungan keluarga atas perjuangan Novita untuk masyarakat Trenggalek.
Kegiatan tasyakuran ini menjadi pengingat bahwa perjuangan Novita untuk mendampingi pelaku UMKM dan perempuan akar rumput tidak akan berhenti. Ia menilai kelompok tersebut sebagai fondasi gerak sosial yang menjadi pilar penting pemulihan ekonomi daerah.
Dengan semangat tersebut, Novita memastikan bahwa perjuangannya di parlemen maupun di lapangan akan terus diarahkan pada perubahan nyata bagi masyarakat kecil—mulai dari pemberdayaan ekonomi, akses pelatihan, hingga keberpihakan anggaran bagi UMKM.

