SURON.CO, Surabaya – Wakil DPRD Surabaya Reni Astuti mengajak pejabat yang memang mau pamer sesuatu untuk memamerkan produk UMKM lokal saja. Hal ini menanggapi maraknya pejabat pamer gaya hidup mewah alias hedon (hedonisme) masih jadi sorotan. Terutama setelah mencuatnya penganiayaan oleh anak pejabat pajak.
“Saya tetap mendorong produk UMKM (kalau memang ingin pamer). Saya lihat teman-teman dewan juga pakai batik UMKM. Kami juga mendorong teman-teman UMKM punya produk tas lebih banyak dan lain-lain yang bisa dipakai gitu,” kata politikus PKS itu.
Reni pun menyampaikan bahwa pejabat publik tidak seharusnya memamerkan gaya hedon. Apalagi situasi masyarakat saat ini sedang dalam masa pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19.
Di Surabaya sendiri, kata Reni, angka kemiskinan masih sekitar 200 ribu-an orang, pramiskin 248.299, miskin ekstrem sekitar 23.530 jiwa. Ia juga sering menemukan kondisi kesulitan pekerjaan dan sebagainya.
Menurutnya, saat ini publik berharap pejabat bisa dekat dengan rakyat. Maka sudah seharusnya pejabat melayani tanpa ada disparitas sosial ekonomi yang terlalu ditampakkan.
“Bahwa kemudian seseorang memiliki kekayaan, materi, selama itu diperoleh dengan cara benar, itu hak bersangkutan. Tetapi kemudian memamerkan dengan kemewahan-kemewahan, itu saya kira sesuatu yang tidak tepat dan menyakiti hati masyarakat. Saya kira wajar publik menanyakan,” ujarnya.(*)

