SURON.CO, Jember – Produk UMKM di wilayah kerja Bea Cukai Jember (Situbondo, Bondowoso dan Jember) memiliki potensi untuk menembus pasar ekspor. Hanya saja, para pelaku UMKM perlu memperhatikan sejumlah hal dasar terkait ekpor tersebut.
Hal itu disampaikan Kepala Kantor Bea Cukai Jember Asep Munandar, Kamis (1/2). Sejumlah hal dasar yang dimaksud Asep adalah persiapan administrasi untuk legalitas eksporter. Seperti Nomor Induk Bersama (NIB), Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), hingga adminitrasi lain berkenaan dengan ekpor berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Kemudian persiapan produk ekspor yang meliputi kualitas dan kuantitas, serta persiapan operasional atau mekanisme pengiriman ke negara tujuan.
Asep mengatakan, pelaku UMKM perlu berperan aktif membaca peluang pasar luar negeri. Untuk saat ini, kata dia, hal kecil yang bisa mulai dilakukan adalah dengan memperbaiki desain produk termasuk memperbaiki mutu produk sesuai standart pasar luar negeri. “Harus ada kemauan keras dari UMKM untuk memenuhi pasar luar negeri,” katanya.
Pihaknya mengatakan, Bea Cukai Jember selama ini telah memiliki program khusus untuk mendorong UMKM mengekpor produknya. Program tersebut hadir dalam berbagai bentuk. Seperti klinik ekpor, coaching clinic, serta ekspor impor corner dengan melibatkan akademisi dari Universitas Jember dan Universitas Muhammadiyah Jember.
Melalui program tersebut, Bea Cukai Jember berharap semakin banyak pelaku UMKM yang berminat memasarkan produknya ke luar negeri. Selama ini dari Jember sendiri terdapat produk cerutu dan kerajinan kelompok mantan pekerja migran di Ledokombo yang aktif mengekport produknya.
Pihaknya menekankan UMKM jangan takut memulai untuk mengeksplorasi pasar luar negeri. Sebab peluang terbuka luas. Ekspor tidak harus jumlah besar. Selama produk sesuai standar, bisa dilakukan,” katanya.
Terkait hal itu, pihaknya menyarankan agar pemda terkait juga berperan aktif membina UMKM. Misal dengan menyubsidi biaya pengiriman. Karena biasanya UMKM terkendala harga pengiriman barang jika jumlahnya buka skala besar. (*)

