SURON.CO, Surabaya – Pemerintah pusat menargetkan tahun ini seluruh pelaku IKM dan UKM mengantongi sertifikat halal. Selaras dengan program itu, Pemkot Surabaya melakukan percepatan.
Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) menyiapkan langkah strategis. Kepala Dinkopdag Kota Surabaya Dewi Soeriyawati mengatakan, pihaknya bakal berupaya menggenjot program itu.
Sasarannya adalah UMKM yang bergerak di sektor makanan dan minuman (mamin). Targetnya pelaku usaha yang belum mengantongi sertifikat halal segera mendapatkan itu.
“Kami terus kejar dengan berkoordinasi dengan banyak pihak untuk sertifikat halal bagi para UMKM. Karena juga ini bagian dari kebijakan pemerintah pusat untuk mendorong seluruh pelaku usaha memiliki sertifikat halal,” ujarnya.
Pihaknya menggencarkan koordinasi dengan berbagai pihak. Antara lain universitas, Kemenag Kota Surabaya, hingga perhimpunan pengusaha. Selain itu, dia tengah mengebut sosialisasi.
Menurutnya, percepatan sertifikasi cukup krusial. Sebab, kuota penerbitan sertifikat halal gratis per tahunnya terbatas. Totalnya hanya untuk 100 UMKM lantaran menyesuaikan dengan jumlah alokasi anggaran dari pemkot.
Dia menyampaikan, program pemerintah pusat itu pun mengandung faktor penting lainnya. Misalnya, sertifikat halal menjamin masyarakat maupun konsumen mendapatkan produk berkualitas.
Selain itu, menurut Kementerian Agama, mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim. “Dari awal tahun ini, kami mencatat baru sekitar 40 persen atau sekitar 980 UMKM yang sudah memiliki sertifikat halal. Totalnya hingga 2024 ada 55.509 pelaku usaha di bidang mamin,” beber Dewi.
Menurutnya, persentase tersebut jauh dari targetnya. Dia optimistis, tahun ini jumlah pelaku usaha yang sudah bersertifikat bakal naik. Pemkot bakal mengintervensi agar realisasi program itu berjalan optimal.
“Makanya ini dibantu oleh pemkot, nanti ada surat rekomendasi dari kecamatan. Target kami semuanya, makanya kami terus berkoordinasi untuk percepatan, selain melalui anggaran kami sendiri. Kalau yang ber-NIB di Maret ini ada 893 UMKM dan total keseluruhannya 63.035 UMKM,” imbuhnya.(*)

