Minke.id, Ponorogo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai penggerak ekonomi lokal. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah menciptakan ekosistem wisata yang mendukung UMKM dan meluncurkan program-program inovatif, mulai dari bantuan permodalan hingga pelatihan manajemen.
Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo, Agus Pramono, dalam kegiatan talk show bertema “Muda Bertalenta, Muda Berwirausaha” di Gedung Terpadu Universitas Darussalam (Unida) Gontor. Acara ini bertujuan menggugah minat anak muda untuk menjadi pengusaha sekaligus memperkenalkan berbagai program yang berpihak pada UMKM.
Agus Pramono juga menjelaskan bahwa Pemkab Ponorogo tengah mematangkan konsep Desa Hebat, yang salah satu indikator utamanya adalah memiliki ekonomi yang kuat. Konsep ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah UMKM di tingkat desa, sehingga memperkuat perekonomian daerah secara keseluruhan.
“Melalui Desa Hebat, kami ingin membangun ekonomi desa yang berbasis UMKM. Dengan kolaborasi berbagai pihak, kami yakin ini dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Ponorogo,” ujar Agus.
Mendukung inisiatif ini, Regional Chief Executive Officer (RCEO) Regional Operation VIII Surabaya Bank Syariah Indonesia (BSI), Jajang Abdul Karim, mengungkapkan pentingnya meningkatkan rasio kewirausahaan di Indonesia. Saat ini, rasio kewirausahaan Indonesia baru mencapai 3,35 persen, jauh tertinggal dibandingkan negara maju yang mencapai 10-15 persen.
“Saya bangga melihat anak muda Ponorogo mulai menunjukkan minat menjadi wirausaha. BSI siap mendukung dengan program talenta wirausaha, termasuk memberikan kemudahan akses permodalan dan pelatihan,” ungkap Jajang. Salah satu inovasi BSI adalah lomba wirausaha santri, yang dirancang khusus untuk lingkungan pesantren.
Pemkab Ponorogo juga berupaya mengintegrasikan sektor wisata dengan UMKM untuk menciptakan ekosistem yang saling mendukung. Potensi wisata budaya seperti Reog Ponorogo dan wisata alam lokal dijadikan sarana mempromosikan produk-produk UMKM, mulai dari kuliner, kerajinan, hingga produk berbasis kearifan lokal.
“Kami ingin menciptakan ekosistem wisata yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga memberikan dampak langsung kepada pelak8u UMKM lokal. Ini adalah langkah konkret untuk memperkuat ekonomi Ponorogo,” tambah Agus Pramono.
Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga keuangan seperti BSI, dan perguruan tinggi seperti Unida Gontor, Pemkab Ponorogo optimis dapat mencetak lebih banyak pengusaha muda yang berkontribusi pada pertumbuhan UMKM.
Pemkab juga berencana melanjutkan berbagai inisiatif lainnya, termasuk memperluas pelatihan wirausaha dan memperkenalkan teknologi digital untuk mendukung pemasaran produk UMKM secara lebih luas.

