Minke.id — Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) terus tancap gas merealisasikan program 100 hari kerja Bupati Warsubi dan Wakil Bupati Salmanudin. Fokus utama diarahkan pada fasilitasi sertifikasi halal gratis untuk UMKM Jombang serta pelaksanaan bimbingan teknis (bimtek) pembenihan dan pengolahan hasil ikan.
Plt Kepala DKPP Jombang, Sudiro Setiono, menargetkan 210 produk UMKM memperoleh sertifikasi halal tahun ini, mayoritas berasal dari olahan ikan lokal. Sertifikasi ini difasilitasi secara gratis, mulai dari pengurusan NIB (Nomor Induk Berusaha) hingga sertifikat halal, berkat kerja sama strategis dengan Unipdu Jombang.
“Kami ingin pelaku UMKM, khususnya yang bergerak di sektor perikanan, bisa naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas. Sertifikasi halal adalah kunci,” ungkap Sudiro pada Rabu (21/5).
Selain sertifikasi, DKPP juga menggelar bimtek olahan ikan dan pembenihan berbasis Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB). Program ini menyasar pelaku usaha perikanan untuk memperkuat kualitas benih dan produk hasil olahan agar memiliki daya saing tinggi di pasar nasional.
Wakil Bupati Jombang, Salmanudin atau yang akrab disapa Gus Salman, menegaskan pentingnya penguatan sektor pertanian dan perikanan sebagai tulang punggung ketahanan pangan.
“Sektor ini punya potensi besar. Tapi butuh penguatan dari hulu ke hilir, mulai dari benih ikan unggul, pembinaan produksi, hingga pemasaran produk olahan halal,” ujar Gus Salman.
Ia mengapresiasi upaya DKPP dalam melakukan pendampingan sertifikasi CPIB, penyaluran induk ikan unggul, dan pengembangan unit percontohan pembenihan di UPT Balai Pengembangan Budi Daya Ikan Air Tawar (UPT BPAT).
Gus Salman berharap langkah-langkah strategis ini dapat membangun ekosistem kolaboratif antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, dengan tujuan meningkatkan ketersediaan benih berkualitas, menjaga harga tetap stabil, serta memperluas penerimaan produk olahan halal di Jombang.

